Dokter Bedah RS Comobia Ditangkap Gunakan Plat Konsulat Rusia Palsu

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Personel opsnal unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap seorang dokter di Medan berinisial (FN) karena menggunakan plat kendaraan Konsulat Rusia palsu, Selasa (24/8/2021) malam.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung, didampingi Kanit Pidum AKP Reza membenarkan diamankannya dr. MF dalam sebuah penyelidikan di Rumah Sakit Colombia Asia Medan, Jalan Listrik, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

“MF merupakan dokter bedah paru di RS Colombia dan bukan konsulat Rusia, tapi menggunakan mobil berplat konsulat Rusia,” ungkapnya saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan di halaman Maporestabes Medan, Kamis (26/8/2021) sore.

Dibongkarnya penggunaan mobil menggunakan plat konsulat Rusia palsu itu dilakukan polisi berasal adanya video yang beredar dan sempat viral terkait adanya seorang yang bukan perwakilan konsulat menggunakan mobil plat nombor Konsulat Federasi Rusia. Mobil itu kerab seleweran di kota Medan.

Polisi yang melakukan pelacakan Selasa pada Selasa (24/8/2021) kemarin akhirnya mengetahui adanya Mobil merk Hyundai H1 warna Hitam dengan nomor Plat terpasang CC 3702 terparkir di Jalan Listrik, tepatnya RS Colombia Medan. Mobil itu dibawa seorang supir berinisial AT.

Karena tak bisa menunjukan keabsaahan surat kendaraannya, mobil beserta AT diamanahkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan. Sementara bos supir itu adalah dr. MF. Polisi mengaku saat itu hanya mengamankan AT dan mobil yang dibawanya karena dr. MF sedang menangani pasiennya yang sakit.

“Dari hasil introgasi ternyata AT hanya seorang supir dan dia menerangkan bahwa ada sebanyak 3 unit mobil lainnya yang menggunakan nomor plat CC yang merupakan Corps Consulate,” ungkap Rafles.

Beberapa jam dari situ setelah dr. MF menangani pasiennya, polisi langsung menangkapnya. Dari rumah kediaman orangtuanya di Jalan Prof HM Yamin Medan, petugas kembali menyita barang bukti 3 unit mobil berbagai merek dengan Plat CC milik Konsulat Rusia.

“Setelah kita cek di Samsat mobil dengan plat kendaraan CC 37 07, CC 37 02, CC 37 01, tidak terdaftar dan palsu,” timpal Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny W. Siregar yang turut menghadiri keterangan pers tersebut.

Polisi juga menegaskan bahwa tidak ada Konsulat Rusia di Kota Medan maupun di Indonesia dan diyakini FN menggunakan plat kendaraan milik Konsulat Rusia bodong (palsu).

“Untuk kendaraan Pajore Sport yang diamankan kita kenakan tindak pidana karena kelengkapan dokumennya palsu. Sedangkan tiga kendaraan lainnya yang turut disita kita amankan ke Sat Lantas Polrestabes Medan proses tilang,” ungkapnya.

Dari hasil interogasi kepada dr MF menerangkan, bahwa mobil tersebut milik S yang masih dalam keadaan kredit dan dititipkan kepada dr MF, dikarenakan S tidak bisa mengemudikan mobil tersebut.

Sedangkan S tidak mengetahui bahwa plat nomor kendaraan yang sebelumbya BK 1672 QR diganti oleh dr MF menjadi CC 37 07 dan terkait bukti dokumen kendaraan tersebut S masih belum dapat menghadirkannya kepada penyidik.

Sementara itu AKP Reza menjelaskan bahwa dr. MF yang masih berstatus saksi menggunakan mobil dengan plat konsulat palsu tersebut untuk membuat orang percaya dan yakin bahwa ia merupakan perwakilan Kedutaan Besar Federasi Rusia di Republik Indonesia, padahal dirinya merupakan seorang dokter.

“Hal ini membawahayakan, soalnya yang benar menggunakan plat ini dinyatakan kebal hukum, kalau ada masalah pada dia, dia tidak akan dipidana, namun diproses dengan dipulangkan atau dideportasi saja. Padahal dia buak perwakilan konsulat,” tambahnya.

Selain motif itu, sambung AKP Reza, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebab kata Reza, dr. MF sering menggunakan mobil itu untuk menjemput tamu di bandara.

“Jadi kan kalau naik mobil itu gak ada yang berani menanyakannya dan bebas jambatan. Tapi kita belum tau keterkaitannya sama tamu yang dijemoutnya di bandara. Nanti masih kita selidiki ya, soalnya dia juga kan seorang dokter bedah,” tandasnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *