Medan, ArmadaBerita.Com
Beberapa warga sempat heboh dan meneriaki seorang pria paruh baya nekat berdiri di perlintasan kereta api disaat kreta api jurusan Medan – Tanjung Balai sudah melintas di depan mata. Alhasil, tabrakan pun tak terelakkan. Pria paruh baya itu terpental sejauh 200 M. Korban pun tewas dengan kondisi mengenaskan.
Warga menduga, pria tua itu sengaja menabrakan dirinya ke kreta api yang sedang melintas di Jalan AR Hakim, tepatnya di Palang Pintu Kerata Api JPL No. 08 Aksara, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Area, Sabtu (16/1/2021) malam tadi.
“Sepertinya dia (korban) sengaja mau bunuh diri. Soalnya sudah dijeriti kalau ada kereta api, korban tak menggubris,” sebut, Iwan pengguna jalan.
Nekatnya korban yang diduga sengaja berdiri pada saat kereta api melintas itu juga diakui, Aziz Maulana Nugroho (20), yang merupakan Penjaga Palang Pintu, kereta api di lokasi.
“Sebelumnya korban berdiri tepatnya disamping palang pintu kereta api. Tak lama palang pintu tertutup karena Kereta Api tujuan Medan – T. Balai melintas lalu korban berjalan ke tengah Rel Kereta Api dan berdiri tegak mengarah kepala Lokomotif KA,” kata pria yang beralamat di Jalan Dusun I Aman Damai, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang tersebut.
Setelah tabrakan itu, warga langsung ramai di lokasi. Petugas kepolisian Sektor Medan Area datang mengamankan lokasi, disusul tim Identifikasi Polrestabes Medan.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, pria paruh baya yang telah meninggal itu diketahui bernama, Muhammad Al Amin Lubis, yang berusia 50 tahun dan beralamat di Jalan Pukat Banting IV, Gang Mutiara, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.
Selanjutnya, petugas kepolisian dibantu masyarakat mengakat jasad korban untuk dibawa ke ruang jenazah RS Pringadi Medan.
Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago kepada wartawan, Minggu (17/1) membenarkan bahwa korban diduga kuat sengaja menyerahkan diri disaat kereta api jurusan Medan – Tanjung Balai melintas di depannya.
“Warga juga sudah berteriak-teriak kepada korban namun tidak dihiraukan korban dan sampai korban tertabrak Kereta Api dan terseret sejauh 200. Jenazah korban sudah dibawa ke RS Pringadi Medan,” jelas Faidir. (Red/ABC)











