Kediri, Armadaberita.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi satwa liar. Kali ini, empat individu satwa liar berhasil dievakuasi untuk menjalani rehabilitasi di Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jawa Timur.
Evakuasi dilakukan oleh Tim MATAWALI Seksi Konservasi Wilayah I Kediri pada Kamis, 11 Desember 2025. Proses pemindahan berlangsung aman dan lancar dari kandang transit menuju fasilitas WRU, tanpa hambatan berarti.
Empat satwa yang dievakuasi terdiri dari tiga monyet ekor panjang dan satu ekor sikep-madu Asia. Seluruh satwa tersebut dipindahkan untuk menjalani perawatan dan pemulihan sesuai standar kesejahteraan satwa liar, sebelum ditentukan langkah lanjutan.
Tiga monyet ekor panjang merupakan hasil penyerahan masyarakat. Seekor monyet jantan diserahkan warga Desa Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Seekor monyet betina berasal dari Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Sementara satu monyet jantan lainnya diserahkan melalui koordinasi petugas pemadam kebakaran dari warga Desa Mayaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Seluruh penyerahan dilakukan secara resmi dan dilengkapi berita acara.
Sementara itu, satu individu sikep-madu Asia merupakan hasil sitaan Kepolisian Resor Blitar dari seorang warga di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Satwa tersebut sebelumnya diserahkan kepada Seksi KSDA Wilayah I Kediri pada 8 Desember 2025 sebelum akhirnya dievakuasi ke WRU BBKSDA Jawa Timur.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan keempat satwa berada dalam kondisi hidup dan sehat. Selama berada di WRU, satwa-satwa ini akan menjalani proses rehabilitasi untuk memulihkan kondisi fisik serta perilaku alaminya, sebelum dinilai kelayakannya untuk tahap selanjutnya.
Kepala Bidang KSDA Wilayah I menyampaikan bahwa evakuasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BBKSDA Jawa Timur dalam menjaga kelestarian satwa liar sekaligus mencegah konflik antara manusia dan satwa. Peran aktif masyarakat serta sinergi dengan aparat penegak hukum dinilai sangat penting dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati.
Melalui langkah ini, BBKSDA Jawa Timur menegaskan bahwa setiap satwa liar memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Proses rehabilitasi di WRU diharapkan menjadi jalan pemulihan, agar satwa-satwa tersebut dapat kembali menjalankan fungsi alaminya di habitat yang semestinya. (*)











