Nias Utara, ArmadaBerita.Com – Selama dua tahun terakhir, puluhan siswa SMP Negeri 4 Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, menjalani proses belajar mengajar di ruang kelas berdinding papan dengan atap seng. Kondisi tersebut akan segera berubah setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membangun gedung sekolah permanen bagi satuan pendidikan yang berdiri sejak 2024 itu.
Pembangunan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperluas akses pendidikan yang layak bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Selama ini, kegiatan belajar di SMPN 4 Sitolu Ori kerap terkendala ketika musim hujan karena lingkungan sekolah becek dan ruang belajar kurang nyaman.
Siswa kelas IX, Electra Stefani Harefa, mengaku belum pernah merasakan belajar di gedung permanen sejak pertama kali masuk sekolah. Ia berharap pembangunan tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi seluruh siswa.
“Kalau hujan, lingkungan menjadi becek dan banyak nyamuk yang mengganggu saat belajar. Kami senang karena akhirnya akan memiliki gedung sekolah yang lebih baik,” ungkap Elektra saat kunjungan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution ke sekolah itu, Kamis (6/8/2026).
Kepala SMPN 4 Sitolu Ori, Teti Gea, juga menyampaikan apresiasi atas bantuan pembangunan tersebut. Menurutnya, dukungan yang diberikan menjadi bukti nyata komitmen Gubernur Bobby Nasution dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara.
“Kami ucapkan terima kasih, semoga fasilitas kendepan yang lain juga dapat dibantu,” kata Teti.
Selain gedung sekolah, Teti berharap pemerintah juga dapat membantu pembangunan laboratorium, perpustakaan, serta akses jalan menuju sekolah. Menurutnya, keberadaan jalan yang memadai sangat penting karena sebagian siswa harus berjalan kaki cukup jauh setiap hari.
Saat ini SMPN 4 Sitolu Ori memiliki 45 siswa yang terbagi dalam tiga tingkat kelas. Kepala sekolah Teti Gea mengatakan kehadiran gedung permanen menjadi harapan besar bagi seluruh warga sekolah karena akan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Selain ruang belajar yang representatif, pihak sekolah juga berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan fasilitas pendukung, seperti laboratorium, perpustakaan, serta peningkatan akses jalan menuju sekolah. Menurutnya, sebagian siswa masih harus berjalan kaki sejauh dua hingga lima kilometer setiap hari untuk mengikuti pelajaran.
Pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meliputi tiga ruang kelas lengkap dengan perabotannya, ruang administrasi yang mencakup ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang tamu, serta fasilitas sanitasi berupa toilet untuk laki-laki, perempuan, dan penyandang disabilitas.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bobby Nasution juga menyapa para siswa di setiap ruang kelas sekaligus meninjau langsung progres pembangunan gedung baru SMPN 4 Sitolu Ori yang diharapkan segera dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. (*/Red)











