HUKUM, NEWS  

Bagaimana Tertib Administrasi Efektif Mencegah Tindak Korupsi?

Share

ARMADABERITA.COM | Medan – Korupsi sering kali berawal dari administrasi yang buruk. Tanpa perencanaan yang jelas dan pengawasan yang ketat, anggaran negara bisa bocor dan rawan diselewengkan. Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut, Yos A Tarigan, menegaskan bahwa salah satu kunci utama dalam mencegah korupsi adalah menerapkan tertib administrasi di setiap lini pemerintahan.

Hal ini disampaikannya dalam Penerangan Hukum yang digelar di Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatera Utara, Kamis (27/2/2025), dengan tema Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Etika Bermedia Sosial.

Tiga Prinsip Tertib Administrasi, Cegah Korupsi

Menurut Yos Tarigan, ada tiga aspek utama dalam tertib administrasi yang bisa mencegah terjadinya korupsi:

  1. Tertib Perencanaan
    Sebuah program atau proyek harus dirancang dengan matang dan sesuai dengan kebutuhan yang nyata. Perencanaan yang asal-asalan atau dibuat tanpa kajian mendalam bisa membuka celah penyimpangan.
  2. Tertib Fisik
    Apa yang sudah direncanakan harus benar-benar diwujudkan sesuai spesifikasi. Penyimpangan seperti pengurangan kualitas proyek atau manipulasi data bisa merugikan negara dan masyarakat.
  3. Tertib Kemanfaatan
    Program yang dikerjakan harus memberikan manfaat nyata. Jika sebuah proyek tidak membawa dampak positif bagi masyarakat, maka itu sama saja dengan membuang anggaran negara.

“Ketiga aspek ini harus diterapkan secara bersamaan. Jika salah satu tidak berjalan, maka celah untuk korupsi akan muncul,” ujar Yos Tarigan.

Administrasi yang Buruk, Pintu Masuk Korupsi

Korupsi sering kali terjadi karena lemahnya pengawasan dalam administrasi. Ketidaktertiban dalam pencatatan anggaran, laporan fiktif, dan kurangnya transparansi membuat banyak oknum bisa menyalahgunakan dana publik.

Menurut Yos, tertib administrasi yang baik tidak hanya membuat penggunaan anggaran lebih transparan, tetapi juga mempersempit ruang gerak bagi praktik korupsi. “Jika semuanya tercatat dengan rapi, sesuai aturan, dan diaudit secara berkala, maka peluang korupsi akan semakin kecil,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa regulasi terkait administrasi keuangan negara sudah sangat lengkap. Namun, yang lebih penting adalah membangun karakter dan mentalitas pegawai negeri yang patuh terhadap aturan.

“Sebanyak apa pun aturan yang dibuat, kalau mentalitas pegawai masih mencari celah untuk menyimpang, maka korupsi tetap akan terjadi,” tambahnya.

Kesimpulan: Administrasi yang Tertib, Korupsi Sulit Tumbuh

Tertib administrasi bukan sekadar soal dokumen atau pencatatan anggaran, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk mencegah korupsi. Jika semua perencanaan, pelaksanaan, dan manfaat proyek dikontrol dengan baik, maka korupsi akan sulit terjadi.

Dengan penerapan administrasi yang transparan, disertai dengan mentalitas pegawai yang berintegritas, korupsi bisa ditekan sejak dini. “Mari kita mulai dari hal kecil, dari lingkungan kerja masing-masing, agar administrasi yang baik menjadi budaya, bukan sekadar aturan di atas kertas,” pungkas Yos Tarigan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *