KTP Medan: Kartu Sakti untuk Berobat Gratis

Share

Oleh: Arvin Syahputra Nasution

Bayangkan cuma modal selembar Kartu Penduduk (KTP), kita bisa berobat gratis tanpa ribet. Bagi warga Kota Medan, ini bukan mimpi—ini nyata! Dengan Program UHC- JKMB (Universal Health Coverage -Jaminan Kesehatan Medan Berkah), KTP bukan cuma kartu identitas, tapi juga kunci untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa biaya di berbagai fasilitas medis.

Tak Khawatir Lagi Biaya Berobat

Program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Medan. Salah satunya Ayub Burhan Malik, seorang pedagang getuk keliling. Anak laki-lakinya mengalami patah tulang akibat kecelakaan dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Haji Medan. Tanpa program UHC, biaya pengobatan bisa menjadi beban berat bagi keluarganya.

“Ini operasi ketiga buat pasang pen. Semua gratis, nggak keluar biaya sama sekali. Saya sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu,” ujarnya sambil terharu.

Ayub pun jadi merasa musibah yang dialami anaknya berbuah berkah. Sebab, anaknya kini lebih penurut di rumah. Apalagi kini anaknya sudah bisa bekerja dan tidak lagi gemar keluyuran. “Sekarang anak saya lebih penurut. Dia sudah bisa bekerja dan tidak keluyuran malam kalau tidak ada sesuatu yang penting atau jelas gitu,” tutur Ayub.

Putra dari Ayub Burhan Malik ketika masih dirawat di rumah sakit. (Armadaberita.com/Arvin) 

Kesaktian “KTP Medan” juga dirasakan Rakhmad Ismail Salim, warga Jalan Gurilla. Salim harus dirawat di rumah sakit karena typus dan demam berdarah. Cukup dengan menunjukkan KTP, dia bisa mendapat perawatan di Rumah Sakit Malahayati, Medan, tanpa keluar uang sepeser pun.

“Alhamdulillah, program ini sangat membantu saya dan keluarga. Semoga tetap berjalan selamanya karena sangat bermanfaat bagi masyarakat kecil seperti kami,” katanya.

Rakhmad Ismail Salim, warga Jalan Gurilla, Medan menunjukan KTP miliknya yang bisa diandalkan berobat ke rumah sakit.(Armadaberita.com/Arvin)

Bisa Dipakai Berobat di Rumah Sakit Luar Kota Medan

“Kartu sakti” KTP Medan memungkinkan warga berobat di rumah sakit mana pun di Indonesia, seperti yang dialami Desi Syahfitri (35) dan Nur Azmi (58).

Desi mengalami radang usus dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Medica di Tembung. Meski tanpa BPJS dan uang, ia tetap mendapat perawatan lengkap hanya dengan menunjukkan KTP Medan. “Saat itu panik, seribu rupiah pun saya nggak bawa uang, apalagi BPJS, tapi saya bawa KTP. Mereka mendata KTP saya dan saya bisa menjalani perawatan,” ucap Desi.

Hal serupa dialami Nur Azmi, yang menderita penyempitan jantung dan tetap dilayani tanpa biaya berkat program UHC-JKMB dari Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Rumah sakit juga mendukung program ini. Menurut Humas RSU Delima, pasien darurat tanpa BPJS tetap dilayani jika memiliki KTP Medan. Program ini memudahkan warga mendapat layanan kesehatan tanpa khawatir biaya.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Medan, sejak program ini dijalankan, ribuan warga dari berbagai kalangan telah terbantu. Dari sekadar cek kesehatan sampai operasi besar, semua bisa diakses tanpa biaya.

Desi menunjukan KTP Medan miliknya yang dapat diandalkan untuk berobat gratis. (Armadaberita.com/Arvin)

Mudah, Cepat, dan Gratis!

Sejak diluncurkan pada Desember 2022, Program Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) telah mendaftarkan lebih dari 479 ribu warga ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kini, hampir 96,08 persen penduduk Medan dapat berobat gratis tanpa harus khawatir biaya.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menegaskan bahwa kesehatan adalah prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan biaya pengobatan yang ditanggung pemerintah, warga tidak perlu lagi menunda perawatan karena keterbatasan ekonomi.

Keseriusan Pemko Medan dalam Menjalankan Program UHC JKMB

Di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, Pemko Medan serius menjamin kesehatan warganya dengan UHC-JKMB. Program ini memungkinkan warga berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP.

Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar menjelaskan, program ini adalah inisiatif Pemko Medan, didanai melalui APBD yang meningkat dari Rp 161,6 miliar pada 2021 menjadi Rp 213,6 miliar pada 2024.

Pemko Medan menargetkan minimal 98,31% warga terdaftar di BPJS Kesehatan agar UHC dapat diterapkan sepenuhnya. Hingga September 2024, sebanyak 32.953 warga telah memanfaatkan layanan kesehatan gratis melalui program ini. Pencapaian ini menjadi langkah besar bagi kesejahteraan masyarakat, terutama karena belum semua daerah di Sumatera Utara memiliki program serupa.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski bermanfaat, program ini menghadapi tantangan, seperti kurangnya pemahaman warga tentang prosedur layanan UHC. Banyak yang masih bingung cara mengakses layanan kesehatan gratis.

Selain itu, meningkatnya jumlah pasien membuat tenaga medis, fasilitas rumah sakit, dan sistem administrasi perlu terus ditingkatkan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengapresiasi langkah Pemko Medan dan berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain yang ingin menerapkan layanan kesehatan serupa.

Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Keberhasilan UHC Medan membuka peluang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Pemko Medan terus berupaya meningkatkan sarana, prasarana, serta jumlah tenaga medis di fasilitas kesehatan agar pelayanan semakin optimal.

Pemko Medan juga terus menyosialisasikan program ini, supaya semua warga tahu manfaatnya dan cara pakainya. Dengan informasi yang lebih luas, diharapkan tidak ada lagi warga yang ragu untuk berobat karena takut terkendala biaya.

Sekarang, warga Medan tak perlu khawatir untuk berobat. Cukup bawa KTP, akses kesehatan gratis sudah di tangan. Program UHC ini bukan Cuma janji, tapi bukti nyata kalau kesehatan itu hak semua orang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *