GLOBAL  

GBI Berbagi Kasih pada Komunitas Media di Medan

Share

Medan, ArmadaBerit.Com

Dalam rangka penyerahan bantuan kasih untuk masyarakat komunitas media terdampak Covid-19, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rumah Persembahan Jalan Jamin Ginting Km,115 No.65 Medan memberikan sembako pada komunitas media di Medan, Jum’at (10/9/2021) pagi.

Berbagi kasih ini dipersembahkan oleh PT Wilmar Group bekerjasama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) dan Peduli Sumut. Kegiatan turut dihadiri Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, tokoh masyarakat, RE Nainggolan, donatur, Bambang, serta dr. Anita.

Penyerahan diberikan kepada sejumlah organisasi media yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independent (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), serta Ikatan Wartawan Online (IWO), dan seniman.

Penyerahan bantuan dipersiapkan dengan tertib sesuai protokol kesehatan. Terlihat para tamu yang datang dipersilahkan duduk di masing-masing kursi yang berjarak 1 meter satu sama lain, dan memasuki lokasi juga dipersiapkan beberapa tempat pencuci tangan.

RE Nainggolan sebagai tokoh masyarakat mengatakan untuk selalu mensyukuri kegiatan inibsebagai bentuk kepedulian. Dirinya mengingatkan agar tidak melihat isi yang diberikan, namun dilihat dari keikhlasan dalam pemberian dan perhatian tersebut.

“Apa yang diberikan sedikit bisa mengobati di massa pandemi. Apalagi saat ini Indonesia adalah negara no. 6 di dunia yang telah membaik di massa Pandemi ini. Sehingga kita memang harus benar benar ikuti prosedur kesehatan agar dapat terus mengurangi dampak Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumut, Hermansjah mengatakan bahwa kerjasama dengan yayasan ini sudah berjalan 10 tahun dengan media. Apalagi hari ini yayasan memberikan sembako untuk 575 wartawan.

“Terimakasih kami ucapkan, kerjasama kita dengan Surya Kebenaran yang sudah sekitar 10 tahun, jadi kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebagai wartawan kita harus berjibaku meliputi berita ke lokasi sehingga ada beberapa kawan kita yang terpapar Covid-19. Seperti dr. Anita yang mengaku menangani pasien terpapar Covid-19, mudah mudahan berlaku juga untuk wartawan yang bisa dibantu,” ujarnya.

Ketua JMSI Sumut, Ryanto Aghly mengapresiasi bantuan dari YSKI, ini sebagai bentuk kepedulian terhadap insan pers, pihaknya berharap tidak hanya GBI, akan tetapi komponen masyarakat lain untuk bisa perduli terhadap kondisi wartawan untuk saat ini, karena pada dasarnya wartawan juga terdampak dimasa pandemi ini.

“Kemudian kepada Walikota Medan kita mengapresiasi kebijakannya dalam upaya menekan laju pandemi covid-19 di Kota Medan, ini sebagai bukti keseriusan walikota dengan menjadikan hotel soft sebagai tempat isoma kemudian kemudian program program lokdown ditiap lingkungan dan kondisi masyarakat yang terpapar itu beliau sangat peduli dan itu sangat kita apresisasi khususnya dari kita JMSI,” ujarnya.

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan Pemko Medan terus memantau kinerjanya dengan solid dalam mengatasi Covid-19 agar tidak meluas dan saat ini Covid-19 di Kota Medan mulai menurun. Menurutnya hal itu juga berkat berperanan komunitas media.

“Kita terus menerus konsisten, ini bentuk kepedulian kita, semoga Covid-19 ini bisa selesai. Selain itu kami ucapkan terimakasih pada pak RE Nainggolan yang banyak memberi masukan. Saya mengajak teman teman media berkolaborasi agar Medan bisa maju,” katanya.

Dikatakannya bahwa wartawan juga sangat membantu dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Intinya dalam memutuskan mata rantai itu adalah, mengajak masyarakat. Kalau kita mengajak di satu tempat tidak tersalurkan, tapi melalui media adalah corongnya,” jelasnya.

Bobby mengajak agar membiasakan mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan ini adalah salah satu sosialisasi dari peran media yang menyebarkannya. Informasi informasi yang disebarkan itu melalui media, dan Bobby berterima kasih karena telah membantu Pemko Medan.

“Bagi yang terpapar, kita haruskan untuk isoma dan makannya tidak ditanggung keluarganya, ini semua dibiayai Pemko Medan kalau warga Medan. Bagi yang terpapar keluarganya kita kasih suplay makanan sampai sembuh,” ucapnya.

Dikatakannya, bahwa sudah 2 bulan Medan menjalani PPKM, untuk itu pihaknya mentrasformasi agar bisa hidup normal seperti biasanya. Sedangkan untuk program vaksinasi di kota Medan terus dioptimalkan dan Pemko Medan telah menargetkan 1.0900 ribu lebih vaksinasi.

“Sekali lagi, kami masih membutuhkan bantuan untuk memutiskan mata rantai Covid-19. Meski kabar baiknya angka Covid-19 di kota Medan sudah mulai menurun, namun kita jangan eforia. Kita harus mentrasformasi agar bisa hidup normal seperti biasanya,” urainya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *