EKBIS  

UMKM Muda Medan Mulai Naik Kelas, Kisah Adel Jadi Bukti Dampak Program Ekonomi Pemko

Wali Kota Medan, Rico Waas bersama pelaku UMKM muda, Adela Zahra Aulia menunjukan produk camilan berbahan pisang. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Semangat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan untuk berkembang semakin menguat. Dorongan program prioritas Wali Kota Medan yang menitikberatkan pada penguatan UMKM melalui pelatihan dan digitalisasi mulai menunjukkan hasil, terutama bagi pelaku usaha muda yang ingin naik kelas.

Salah satu contoh datang dari Adel (Adela Zahra Aulia), pelaku UMKM remaja yang merintis usaha camilan berbahan dasar pisang dengan merek “Dilola Snack” sejak masa pandemi Covid-19. Usaha tersebut berawal dari penjualan rumahan dengan promosi sederhana melalui media sosial untuk menjangkau konsumen.

“Saya awalnya jualan dari rumah saja sejak masa Covid. Promosi ke teman-teman, pelan-pelan belajar bisnis, dibantu juga sama kakak,” aku Adel saat ditemui dalam kegiatan Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan, yang digelar Pemerintah Kota Medan bekerja sama dengan platform marketplace Lazada di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat (27/3/2026).

Di usia 17 tahun, Adel memilih berwirausaha sebagai langkah untuk mandiri sekaligus mengembangkan potensi diri. Ia menilai masih banyak generasi muda yang ragu memulai usaha sejak dini.

“Motivasi saya, dari muda kita sudah mulai usaha supaya ke depan bisa lebih sukses. Jangan cuma diam di rumah,” katanya.

Perjalanan usahanya pun menunjukkan perkembangan positif. Meski masih menyesuaikan permintaan pasar, produksi Dilola Snack kini berkisar antara 100 hingga 200 bungkus. Adel mengaku pelatihan strategi digital yang diikuti memberikan wawasan baru untuk mengembangkan bisnis secara lebih serius, khususnya dalam pemasaran berbasis platform digital.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kita jadi belajar bagaimana mengembangkan bisnis supaya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku termotivasi oleh tantangan Wali Kota Medan yang mendorong pelaku UMKM berani naik kelas. Menurutnya, pertumbuhan usaha memang membutuhkan proses, namun dapat dicapai dengan konsistensi dan tekad kuat.

“UMKM itu memang tidak langsung besar, tapi pelan-pelan bisa naik kelas,” ujarnya.

Ke depan, Adel berharap usahanya dapat berkembang lebih luas, baik dari sisi produksi maupun pemasaran, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia pun mengajak generasi muda untuk berani memulai usaha tanpa menunggu usia matang.

“Walaupun masih muda, harus tetap berjuang. Jangan hanya diam di rumah,” tambahnya.

Kisah Adel menjadi gambaran nyata bangkitnya UMKM muda di Kota Medan. Dengan dukungan pelatihan digital dan program berkelanjutan dari Pemerintah Kota Medan, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *