EKBIS  

Pasokan Pangan Sumut Dipastikan Aman hingga H+3 Idulfitri 2026

Kondisi stok harga pagan di salah satu pasar di Sumut. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Pasokan bahan pangan di Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan masih mencukupi hingga tiga hari setelah Idulfitri 2026. Hal ini disampaikan oleh pengamat ekonomi Gunawan Bejamin berdasarkan hasil observasi terhadap kondisi pasokan dan aktivitas perdagangan di daerah tersebut.

Gunawan mengatakan, perhitungan ketersediaan pasokan hingga H+3 Idulfitri merujuk pada stok yang disiapkan para pedagang untuk menghadapi periode libur panjang Lebaran.

“Dari hasil observasi di lapangan, sisi persediaan atau supply untuk mayoritas kebutuhan pangan di Sumut diperkirakan mencukupi hingga H+3 Idulfitri. Namun jangan salah diterjemahkan, pasokan tersedia hingga H+3 bukan berarti tidak ada pasokan setelahnya,” kata Gunawan kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, perhitungan tersebut hanya menggambarkan stok yang secara khusus disiapkan pedagang untuk mengantisipasi tingginya permintaan selama masa libur Idulfitri. “Hitungan ini mengacu kepada stok yang disediakan oleh pedagang hingga libur panjang Idulfitri nantinya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, selama Idulfitri biasanya terdapat masa libur sekitar tiga hingga empat hari, sehingga pedagang telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan pasokan lebih awal. “Karena ada libur setidaknya 3 sampai 4 hari selama Idulfitri. Dan sejauh ini pedagang sudah mempersiapkan pasokannya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga H+3,” jelasnya.

Setelah periode tersebut, aktivitas produksi dan distribusi diperkirakan akan kembali berjalan normal. “Pada H+4 aktivitas produksi maupun distribusi bahan pangan dari petani ke pedagang mulai kembali normal,” ujarnya.

Harga Pangan Diproyeksikan Fluktuatif

Gunawan menambahkan, harga sejumlah komoditas pangan menjelang Idulfitri berpotensi mengalami pergerakan yang cukup fluktuatif. “Harga kebutuhan pangan H-7 hingga hari H Idulfitri diproyeksikan akan bergerak cukup volatile. Namun mayoritas harga pangan akan bergerak stabil dalam rentang harga keekonomian di level konsumen,” katanya.

Untuk komoditas tertentu, seperti daging ayam, harga masih berpeluang bertahan relatif tinggi meskipun belakangan mulai menunjukkan penurunan. “Harga daging ayam berpeluang masih bertahan mahal, meskipun belakangan ini harga daging ayam berangsur turun di Sumut,” jelasnya.

Sementara itu, harga cabai diperkirakan berada dalam kisaran Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. “Cabai berpotensi untuk ditransaksikan dalam rentang Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram,” katanya.

Adapun harga daging sapi diproyeksikan relatif stabil di kisaran Rp135 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. “Untuk harga daging sapi diproyeksikan akan tetap stabil dalam rentang Rp135 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram,” ujarnya.

Konsumsi Naik, Harga Tetap Terkendali

Gunawan menilai potensi kenaikan harga akibat lonjakan konsumsi menjelang Idulfitri masih dapat diredam melalui kebijakan pemerintah daerah. “Potensi kenaikan harga karena lompatan konsumsi jelang Idulfitri diproyeksikan akan mampu diredam oleh kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, penyaluran bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng juga diperkirakan turut membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. “Dan selebihnya harga berpeluang untuk bergerak stabil di tengah guyuran bantuan sosial (beras dan minyak goreng) yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Gunawan juga menilai tidak ada indikasi gangguan serius pada pasokan pangan selama libur Idulfitri. “Selama liburan Idulfitri nanti, saya tidak melihat adanya gangguan pasokan serius yang bisa menyulut kenaikan harga jauh di atas harga keekonomiannya,” katanya.

Menurutnya, pedagang besar telah mempersiapkan stok untuk memastikan rantai distribusi tetap berjalan hingga tingkat pedagang pengecer.

“Dari hasil observasi, selama liburan pedagang besar sudah mempersiapkan pasokannya untuk memenuhi rantai pasok pedagang pengecer di bawahnya. Jumlah pasokan masih sangat mencukupi dan akan menjaga harga dalam batas yang aman,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, meskipun situasi geopolitik global tengah memanas. “Masyarakat tidak perlu panic buying meskipun belakangan ini perang Iran–Israel/AS berpeluang memicu kenaikan harga,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan stabilitas harga pangan tetap sangat bergantung pada kebijakan energi dan kelancaran distribusi. “Selama perang di Timur Tengah tidak direspons dengan kenaikan harga BBM di tanah air atau tidak mengganggu rantai distribusi komoditas dari luar, maka selama itu harga kebutuhan masih mampu dikendalikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *