EKBIS  

Jelang Keputusan BI, Rupiah Melemah ke 15.500, Harga Emas Turun, IHSG Justru Menguat

Share

ArmadaBerita.Com

Menjelang penetapan besaran suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI), Rupiah mengalami tekanan setelah Bank Sentral AS juga diyakini akan menaikkan besaran bunga acuannya.

“Selama sepekan ini, kinerja mata uang rupiah kembali mengalami tekanan dan menyentuh level 15.500 per US Dolar,” kata Ekonom asal Sumatera Utara, Gunawan Benjamin kepada wartawan, Rabu (19/10/2022).

Menurut Gunawan, dari hasil pengamatannya di pasar uang, sejumlah perbankan masih ada yang mentransaksikan Rupiah dalam rentang harga 15.460 – 15.470 per US Dolarnya. Akan tetapi untuk transaksi US Dolar jenis banknote harganya memang sudah mencapai 15.500 per US Dolarnya.

Gunawan mengatakan, tekanan pada mata uang Rupiah di awal pekan sebenarnya sudah terjadi. Di pasar uang pada awal pekan, Rupiah sempat ditransaksikan dikisaran 15.500 per US Dolar. “Tekanan pada Rupiah menurut hemat saya ini karena digiring oleh ekspektasi yang begitu besar terhadap imbal hasil tinggi yang sudah terlebih dahulu diberikan oleh mata uang lain termasuk US Dolar,” ujarnya.

Ketua Tim Pemantauan Harga Pangan ini juga menilai, BI bisa saja tidak menaikkan bunga acuan, sekalipun US Dolar terus menunjukan tren penguatan terhadap banyak mata uang di dunia. Sebab, kata dia, sejauh ini pelalu pasar memang kerap mematok level-level tertentu sebagai acuan dalam menentukan arah pergerakan Rupiah.

Maka dari itu ia berpendapat bahwa rupiah memang harus stabil untuk menjaga stabilitas makro ekonomi nasional, tetapi bukan berarti tidak boleh bergerak ke salah satu sisi. Meskipun disisi lain menjaga Rupiah di angka yang ideal dengan dinamika perekonomian ini bukan perakra yang mudah.

Sementara itu, harga emas dunia di pekan ini juga mengalami tekanan. Tren kenaikan bunga acuan The FED masih menjadi isu besar yang membuat harga emas tertekan. Sejauh ini harga emas dunia ditransaksikan dikisaran level $1.649 per ons troy nya. Harga emas dalam Rupiah saat ini dijual dikisaran 824 ribu per gramnya.

Menanggapi kinerja indeks bursa saham, diutarakan Gunawan, pada awal pekan ini bergerak sideways dengan kecenderungan naik. Pada hari ini, IHSG ditutup menguat 0.38% di level 6.860,42. Dirinya menyebut, penguatan bursa di Asia dan Amerika menjadi katalis bagi penguatan IHSG. Meski demikian, faktor pendorong penguatan IHSG sendiri belum didukung oleh fundamental yang kuat.

“Karena penguatan bursa di Amerika sendiri dipicu oleh membaiknya kinerja sejumlah emiten di bursanya. Sehingga kinerja IHSG pada dasarnya juga tidak banya terbantu, namun cukup untuk menghilangkan sejumlah sentimen negatif yang pada dasarnya bisa menekan kinerja bursa saham domestik,” paparnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *