Sering Disepelekan, Perawatan Kacamata Ternyata Sangat Penting

Share

Seiring dengan kasus pandemi Covid-19, akan bertambah juga penyebab mata rusak. Misalkan melalui gadget, tv, laptop, komputer, dan juga lampu yang biasa dipakai di rumah.

Semua itu mengandung sinar biru yang berbahaya untuk kesehatan mata kita. Karena sinar biru itu dapat membuat minus kita semakin bertambah, apalagi kita sangat sering menghadapi peralatan atau teknologi yang mengandung sinar biru tersebut.

Karena kesibukan yang ada tidak adanya waktu untuk pergi ke dokter atau optik untuk mengontrolkan matanya dan membeli kacamata yang baru untuk menggantikan kacamata yang lama. Maka dari itu, banyak sekali orang yang memakai kacamata yang lama hingga bertahun tahun dan tidak menyadari bahwa minusnya sudah bertambah.

Perawatan kacamata merupakan hal penting yang harus diketahui oleh pemakai kacamata. agar masa pakai kacamatanya panjang dan diperolehnya penglihatan yang nyaman. Beberapa faktor yang mempengatuhi kenyamanan kacamata yaitu faktor frame, faktor lensa, dan faktor manusia1.

Tim mahasiswa Ukrida sedang memeriksa kesehatan mata beberapa orang

Zeng dkk. berhipotesis (dugaan sementara) bahwa kacamata mencegah atau mencegah pemakainya menyentuh mata mereka, sehingga menghindari perpindahan virus dari tangan ke mata2. Meskipun kacamata tidak memberikan perlindungan mata yang sama seperti kacamata atau pelindung wajah, mereka dapat bertindak sebagai penghalang virus parsial dan mengurangi dosis virus, mirip dengan apa yang telah dilaporkan untuk masker kain3.

Sebagian besar pengguna kacamata tentu ingin terlihat lebih menarik bukan? Tidak hanya mengikuti trend model kacamata fashion saja yang diperhatikan tetapi perawatan kacamata itu sendiri akan menunjang penampilan, karena selain supaya kacamata Anda awet juga agar menarik dipandang.

Dalam merawat kacamata hal yang paling utama adalah membersihkan kacamata secara rutin setelah dipakai dengan kain khusus seperti microfiber. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan kotoran berupa lemak dan keringat di lensa kacamata yang mampu merusak lapisan atau coating lensa dan juga bisa menyebabkan korosi di frame metal kacamata.

Memeriksa kesehatan mata

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah tidak menaruh kacamata di atas kepala yang difungsikan sebagai bando, atau menaruhnya di dalam kantong baju. Hal ini untuk menghindari lensa dari gesekan, serta hindari pula kacamata dari semprotan minyak wangi, hairspray dan bahan kimia lainnya.

Karena padatnya aktivitas kita, terkadang tanpa disadari kacamata yang baru dibeli tampak ada goresan. Ini bisa terjadi karena adanya kotoran pada kacamata yang tidak dibersihkan sesuai aturan.

Dan ternyata ada beberapa aturan dalam membersihkan kacamata:

  1. Gunakan cairan khusus pembersih lensa kacamata dengan lap khusus pembersih kacamata. Bila tidak ada cairan khusus tersebut, kita bisa membersihkannya dengan sabun lembut dan dibilas dengan air keran yang mengalir.
  2. Hindari membersihkan lensa kacamata dalam keadaan kering untuk menghindari goresan pada lensa.
  3. Gerakan teknik membersihkan kacamata harus satu arah dan jangan menekan lensa terlalu keras.
  4. Bersihkan kacamata kita setidaknya seminggu sekali di optik yang terpercaya.

Nah, sudahkan kita merawat kacamata kita dengan baik dan benar sehingga menarik dipandang?(*)

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Krida Wacana (Ukrida)

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Parwis, B. (2013). Kacamata Anda Tidak Nyaman, Apa Penyebabnya? Retrieved July 08, 2022, from https://www.kompasiana,com/smecgroup/55287eaf6ea83489558b45be/-kacamata-anda-tidaknyaman-apa-yang-salah-olehdr-beby-parwis-spm
  2. Zeng W, Wang X, Li J, Yang Y, Qiu X, Song P, Xu J, Wei Y. Association of daily wear of eyeglasses with susceptibility to Coronavirus disease 2019 infection. JAMA Ophthalmol: 2020;138(11):1196–1199. doi: 10.1001/jamaophthalmol.2020.3906.
  3. Maragakis LL. Eye protection and the risk of Coronavirus disease 2019: Does wearing eye protection mitigate risk in public, non-health care settings. JAMA Ophthalmol. 2020;138(11):1199–1200. doi: 10.1001/jamaophthalmol.2020.3909.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *