Hati-Hati, Hiburan Digital Berpotensi Ganggu Kesehatan Mata

Share

Jakarta, ArmadaBeritaCom –Tidak dapat dipungkiri, banyak pelajar masa pandemi menggunakan perangkat digital untuk melakukan aktivitas pembelajaran dan juga sebagai sarana hiburan. Hal ini tidak terlepas dari situasi dan kondisi yang mengharuskan setiap siswa harus mengikuti peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah sejak awal masa pandemi.

Pandemi membuat hampir segala hal menjadi terbatas, termasuk pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan (daring). Banyak dari para siswa yang semula aktif dalam berbagai bidang, harus mendapati kenyataan bahwa pada akhirnya semua kegiatan dilakukan melalui media daring dan digital device (gadget). Kehidupan sosial para siswa juga menjadi terbatas sehingga menimbulkan rasa jenuh pada siswa karena semua aktifitas dilakukan dirumah, karena itu siswa perlu hiburan untuk mengusir kejenuhan tersebut.

Hiburan digital dengan menggunakan gadget merupakan solusi yang sesuai bagi siswa untuk mengusir kejenuhan di situasi pandemi seperti saat ini karena sejalan dengan saran dari pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial. Selama pandemi total pengguna gadget terutama smartphone sebesar 98.1% per Januari 2021 yang dilansir dari Hootsuite. Disinyalir penyebab besarnya pengguna smartphone dikarenakan kemudahan dan kepraktisannya, semudah kita menjentikkan jari karena baik belajar, melakukan pencarian informasi di situs untuk keperluan tugas sekolah, sekaligus sebagai sarana hiburan.

Sedang membahas topik kesehatan mata

Banyak macam hiburan digital yang tersedia di internet dan mudah di akses dengan menggunakan gadget, adapun aktifitas hiburan digital yang sering dilakukan oleh siswa antara lain bermain game online, aktif menggunakan media sosial, dan menonton serial film drama yang dikenal dengan nama “drama korea”. Tidak dipungkiri hiburan digital memang sangat menyenangkan, membuat penasaran, dan membuat kecanduan, sehingga tanpa disadari membuat siswa menjadi lupa waktu.

Durasi beraktifitas dengan gadget dalam waktu yang lama akan menyebabkan dampak pada tajam penglihatan dan kesehatan mata. Menurut penelitian menunjukkan bahwa aktifitas menggunakan gadget 2 jam atau lebih bisa menyebabkan gangguan tajam penglihatan dan kesehatan mata, hal ini disebabkan lamanya aktivitas jarak dekat, seperti membaca, menulis, menonton film, menggunakan komputer dan bermain video game (Muallima et al, 2019), selain itu efek radiasi sinar biru yang dipancarkan oleh gadget bisa menyebabkan gangguan kesehatan mata (Rachmawati, 2020).

Berikut adalah efek paparan sinar biru dari gadget terhadap mata bila melakukan aktifitas didepan gadget terlalu lama atau lebih dari 2 jam (Kemenkes RI, 2020):
1. Pada usia anak diduga dapat merangsang Miopia (rabun jauh).
2. Pada semua kelompok umur menyebabkan mata lelah (Astenopia) dengan gejala sebagai berikut:
a. Mata lelah (ocular fatique).
b. Penglihatan ganda.
c. Sakit kepala.
d. Penglihatan buram.
e. Pegal sekitar alis, pelipis, dahi atau leher.
f. Mata kering.

Bila tidak ditangani dengan optimal, kondisi ini dapat merugikan siswa karena bukan hanya berimbas pada gangguan penglihatan, dan permasalahan pada kesehatan mata saja, namun yang lebih menyedihkan adalah dapat mengubur cita-cita mereka di masa depan bila gangguannya menjadi semakin berat sehingga tidak bisa tertangani.

Untuk mencegah permasalahan mata yang lebih serius karena penggunaan gadget sebagai sarana hiburan terutama saat pandemi, mahasiswa Prodi Optometri Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, melakukan Program Edukasi dan Pemeriksaan Tajam Penglihatan bagi Siswa SMAK KALAM KUDUS 3 Green Ville, Jakarta Barat.

Tentu saja hal ini sejalan dengan salah satu butir Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam pelaksanaannya seluruh mahasiswa dibagi menjadi 5 (lima) kelompok dengan topik edukasi yang berbeda sehingga memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih topik sesuai yang diminati.

Kegiatan pelayanan terhadap para siswa di kelas yang kami ampu, dipaparkan mengenai dampak hiburan digital terhadap penurunan tajam penglihatan dan kesehatan mata. Selain itu diajarkan juga upaya yang dapat dilakukan oleh siswa secara mandiri untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan gadget. Berikut upaya mejaga kesehatan mata di era daring (Kemenkes, 2020):
1. Gunakan gawai maksimal 2 jam dan jaga jarak minimal 40-50 cm.
2. Kurangi tingkat kecerahan layar.
3. Bila menggunakan gawai lebih 2 jam secara terus menerus maka terapkan rumus 20-20-20 atau dengan relaksasi mata.
4. Rumus 20:20:20
Setiap 20 menit menatap layar gawai, istirahatkan mata selama 20 detik, pandanglah benda berjarak 20 kaki atau sekitar 6 m.
5. Relaksasi mata
Dengan menggosok-gosok kedua tangan lalu letakkan hangatnya tangan diatas kelopak mata yang dipejam atau dengan memijat pelan kedua pelipis.

Para siswa juga diajarkan senam mata untuk membuat mata menjadi lebih rileks serta diajak untuk langsung mempraktikkannya saat itu. Sesi pemaparan ditutup dengan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk bertanya, sehingga kegiatan edukasi berjalan dua arah dan menyenangkan.

Kegiatan tidak hanya terbatas pada edukasi tetapi juga pemeriksaan tajam penglihatan bagi para siswa. Dari hasil pemeriksaan tajam penglihatan didapat hasil bahwa sebagian siswa mengalami kelainan tajam penglihatan. Sebagian siswa sudah dikoreksi dengan kacamata, tendesi terjadinya perkembangan myopia selama pandemi berjalan cukup cepat, hal ini ditandai dengan penggantian kacamata sekali dalam setahun karena kenaikan ukuran refraksi. Dari pemeriksaan, tidak didapati siswa yang mengalami kelainan buta warna.

Puncak seluruh kegiatan adalah Webinar “Love Your Eyes” yang dilakukan satu minggu setelah pelayanan edukasi dan pemeriksaan di sekolah. Webinar ini ditujukan untuk seluruh siswa, orangtua, guru, pengurus dan seluruh sivitas di lingkungan Sekolah KALAM KUDUS 3, dan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Dengan berlangsungnya rangkaian kegiatan pelayanan ini, diharapkan kesadaran siswa semakin meningkat untuk menjaga dan merawat mata sebagai indra utama yang tidak dapat tergantikan oleh apapun jika sampai mengalami kerusakan.

Disarankan juga agar siswa memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan tajam penglihatan minimal 6 (enam) bulan sekali mengingat meningkatnya durasi penggunaan gadget, sehingga bila terjadi gangguan penglihatan dapat segera ditangani dengan optimal oleh Optometrist maupun Opthalmologist.

Selain itu agar kelainan tajam penglihatan dapat dikendalikan untuk menghindari resiko gangguan penglihatan dan kesehatan mata yang lebih buruk. Selalu cintai dan rawat mata anda karena merupakan karunia TUHAN yang tiada ternilai harganya. (*)

Naskah artikel ini ditulis oleh Mahasiswa RPL 2020 PRODI OPTOPMETRI UKRIDA yang beranggotakan: Yuli Ardiansyah, Wakhid Wibowo, Widiastuti Eko Wulandari

DAFTAR PUSTAKA
1. Abidin, Z. (2021). Hari Ini Tepat Satu Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia. RSUD Z.A Pagar Alam.
2. Kemenkes RI. (2020). Menjaga Kesehatan Mata di Era Daring. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
3. P2GI. (2020). Mayoritas Guru Indonesia Mengajar Secara Daring selama 1-2 Jam per Hari. Databoks, November, 2020.
4. Rachmawati, P.D. (2020). Dampak Pembelajaran Daring Bagi Kesehatan Mata Pada Masa Pandemi Covid 19. Universitas Airlangga Fakultas Keperawatan.
5. Muallima, N., Febriza, A., & Putri, R. K. (2019). Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Penurunan Tajam Penglihatan Pada Siswa Smp Unismuh Makassar. JIKI Jurnal Ilmiah Kesehatan IQRA, 7(02), 79–85.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *