Armadaberita.com, Besitang – Tembok Penahan Tanah (TPT) di SMP Satu Atap Halaban, Dusun 5, Desa Halaban, Besitang, Kabupaten Langkat, ambruk setelah kawasan itu diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Kerusakan ini menjadi sorotan karena TPT tersebut baru berusia dua tahun dan dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Langkat.
Runtuhnya TPT yang terletak di tepi Sungai Halaban membuat halaman sekolah kini rawan tergerus arus air. Jika tak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam bangunan sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi ambruk. Warga sekitar juga mengaku khawatir kemungkinan longsor susulan sewaktu-waktu terjadi.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan tanda-tanda bahwa konstruksi TPT kurang kuat. Bangunan berdiri di atas tanah berwarna kuning yang gembur sehingga diduga tidak memiliki daya dukung memadai. Ditambah lagi, pondasi dinilai tidak cukup kuat menahan tekanan air sungai yang meningkat saat debit bertambah.
Beberapa retakan sebelumnya disebut telah muncul sebelum tembok akhirnya runtuh. Kini kerusakan meluas dan mengganggu kenyamanan serta keamanan lingkungan pendidikan tersebut. Warga pun mempertanyakan mutu pengerjaan proyek yang menelan dana publik tersebut.
“Sangat disayangkan, bangunan baru dua tahun sudah ambruk. Kami khawatir keselamatan anak-anak sekolah,” ujar seorang warga Dusun 5.
Menyusul insiden ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Langkat segera melakukan audit konstruksi dan menetapkan langkah penanganan darurat. Selain mencegah kerusakan lebih lanjut, langkah cepat dinilai penting untuk menjamin keamanan siswa dan keberlangsungan kegiatan belajar di SMP Satu Atap Halaban.











