Armadaberita.com, Dairi – Ketegangan menyelimuti Markas Polres Dairi, Rabu (12/11/2025), saat puluhan warga Parbuluan 6 menyuarakan aspirasi mereka. Aksi yang bermula dari keinginan masyarakat untuk menuntut keadilan bagi Ketua Kelompok Tani Pejuang Tani Bersama Alam (PETABAL), Pangihutan Sijabat, berujung pada penangkapan 34 orang peserta aksi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC GAMKI Dairi, Januar Pasaribu, menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat menahan diri dan mencari jalan penyelesaian yang damai. Ia meminta Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan untuk mempertimbangkan pembebasan 34 peserta aksi yang dinilainya hanya berjuang demi kelestarian hutan dan hak atas tanah mereka.
“Mereka bukan pelaku kejahatan, melainkan masyarakat yang ingin menyuarakan keresahan terhadap kondisi hutan di Dairi yang semakin rusak. Kami berharap penegakan hukum tetap berkeadilan dan mengedepankan dialog,” ujar Januar.
Menurut informasi yang beredar, warga Parbuluan menilai aktivitas perusahaan G telah menyebabkan kerusakan hutan di kawasan Dairi. “Dampaknya, sumber air masyarakat mulai berkurang dan kekhawatiran akan bencana banjir bandang meningkat,” imbuh Januar.
Januar juga berharap aparat dan pemerintah daerah dapat turun langsung untuk meninjau kondisi lapangan serta memediasi persoalan antara warga dan pihak perusahaan. “Kami ingin semua pihak duduk bersama. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena merasa tidak dilindungi,” tambahnya.
Kapolres Dairi melalui, Kasi Humas Polres Dairi, Ipda Ringkon Manik, dalam keterangannya menyampaikan, penangkapan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan setelah aksi berlangsung ricuh. “Total sebanyak 34 orang diamankan, termasuk Pangihutan Sijabat yang sebelumnya sudah ditahan atas dugaan pengrusakan aset perusahaan,” kata Ipda Ringkon.
Di sisi lain, GAMKI Dairi menegaskan, pentingnya menjaga ekosistem hutan Parbuluan yang selama ini menjadi sumber air utama bagi Perumda Air Minum Tirta Nciho di Sidikalang. Warga berharap pasokan air bersih dapat kembali normal seiring upaya pelestarian hutan.
“Hutan Parbuluan adalah nafas bagi warga Sidikalang dan sekitarnya. Mari kita jaga bersama tanpa harus saling menyalahkan. Pemerintah, aparat, dan masyarakat bisa menjadi satu tim untuk memperbaiki situasi ini,” pungkas Januar. (*)











