ArmadaBerita.Com — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengurangan emisi karbon melalui dukungan terhadap Program Desa Bebas Karbon di Desa Huta Tinggi, Kabupaten Samosir. Setelah meresmikan program tersebut sebelumnya, Pelindo kini menyalurkan bantuan berupa mesin penepung untuk mempercepat produksi briket arang berbahan baku bonggol jagung pada Senin (24/11/2025).
Program ini dijalankan dengan konsep pemanfaatan limbah pertanian, khususnya bonggol jagung, yang selama ini hanya dibakar oleh masyarakat. Limbah tersebut kemudian diolah menjadi briket arang yang dapat digunakan kembali sebagai energi alternatif. Pada tahap awal, kelompok binaan Pelindo, Marsada Tani Huta Tinggi, dilatih membuat briket secara manual, mulai dari proses pembakaran bonggol jagung, penumbukan, hingga pencetakan.
Melihat ketekunan masyarakat dalam mengikuti pelatihan, Pelindo menyalurkan bantuan lanjutan berupa mesin penepung untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.
Managers Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, Selasa (25/11/2025) mengatakan bahwa bantuan diberikan secara bertahap agar proses pendampingan berjalan optimal.
“Pertama kami memberikan pelatihan untuk membangun knowledge kelompok. Setelah itu kami lakukan pendampingan dalam proses pembuatan secara sederhana untuk membangun kebiasaan baru. Setiap pekan kelompok didampingi dua kali oleh pendamping kami,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kelompok binaan tersebut nantinya juga akan menerima fasilitas produksi lainnya seperti tungku pirolisis, mesin pengaduk, hingga mesin pencetak briket. “Harapannya ini bisa menjadi ruang kerja baru bagi masyarakat di Desa Huta Tinggi,” ujarnya.
Salah satu anggota kelompok binaan, Parelli Situmorang, yang sehari-hari berprofesi sebagai petani jagung, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. “Kami berterima kasih kepada Pelindo. Selama ini bonggol jagung setelah panen hanya saya bakar. Ternyata bisa diolah menjadi produk,” ungkapnya.
Pendamping Program Desa Bebas Karbon, Rizki Damanik, menjelaskan bahwa kelompok binaan Pelindo Regional 1 sejauh ini telah berhasil memproduksi 784 briket atau setara 65 kg.
“Ditargetkan menjelang akhir tahun kelompok bisa mencapai 100 kg briket. Ini menjadi tantangan tersendiri karena mayoritas anggota kelompok juga masih aktif sebagai petani,” katanya.
Melalui program ini, Pelindo berharap upaya pengurangan emisi karbon dapat berjalan selaras dengan peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan. (*)











