Medan, ArmadaBerita.Com – Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan mendukung peringatan 100 tahun Buddhis Tamil Nusantara yang akan digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 26 Oktober 2026.
Dukungan itu disampaikan Wong saat menerima kunjungan Panitia 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara Kota Medan di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026). Rombongan dipimpin Ketua Panitia Subramaniam, didampingi Sekretaris Ashok, S.Ag., M.Pd., serta sejumlah anggota panitia.
Dalam pertemuan tersebut, panitia menyampaikan rencana kegiatan sekaligus meminta dukungan DPRD Kota Medan. Peringatan akan berlangsung di Selecta Hotel, Jalan Listrik Nomor 2, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Panitia juga berharap Ketua Permabudhi Sumatera Utara dapat hadir.
Subramaniam mengatakan, peringatan satu abad tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan komunitas Buddhis Tamil yang telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia selama satu abad.
“Sudah seratus tahun etnis Buddhis Tamil menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Keberadaan etnis Tamil yang mempraktikkan ajaran Buddha juga menjadi salah satu simbol keberagaman dan multikulturalisme di Sumatera Utara,” ujar Subramaniam.
Wong mengatakan, keberadaan masyarakat Tamil memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah Kota Medan, termasuk perkembangan Buddhadharma di kalangan masyarakat Tamil. Menurut dia, gerakan Buddhis Tamil di Medan telah berkembang sejak sekitar 1930-an, antara lain melalui bantuan Ayothi Das Pandithar dari India.
Sekitar dua dekade kemudian, komunitas tersebut mulai membangun tempat ibadah yang kemudian berkembang hingga berdirinya Vihara Loka Shanti sebagai salah satu tempat ibadah umat Buddha Tamil di Kota Medan.
“Etnis Tamil pada zaman dahulu merupakan salah satu pusat perkembangan Buddhadharma. Bodhidharma atau Damo Zushi, pendiri tradisi Chan, juga dikenal berasal dari Kanci, Tamil Nadu,” kata Wong.
Ia menambahkan, masyarakat asal Tamil Nadu telah lama menetap dan berbaur dengan berbagai kelompok masyarakat di Medan. Jejak keberadaan masyarakat keturunan India antara lain terlihat di kawasan yang dahulu dikenal sebagai Kampung Keling dan kini dikenal sebagai Little India. Di kawasan itu terdapat Kuil Shri Mariamman yang dikenal sebagai salah satu kuil tua di Kota Medan.
Wong memastikan akan menghadiri peringatan tersebut dan memberikan sambutan. Ia menilai kegiatan satu abad Buddhis Tamil Nusantara perlu mendapat dukungan karena berkaitan dengan sejarah, keberagaman, dan kehidupan keagamaan masyarakat Kota Medan.
“Saya akan hadir dan memberikan kata sambutan pada kegiatan tersebut. Sebagai umat Buddha, tentunya kegiatan 100 tahun Buddhis ini harus didukung oleh semua pihak,” ujarnya.
Wong berharap peringatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kerukunan dan persatuan serta meningkatkan penghargaan terhadap sejarah dan keberagaman masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara. (Im/Asn)











