MEDAN, ARMADABERITA – Olahraga tidak semata-mata soal menjaga tubuh tetap bugar. Di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan sehari-hari, aktivitas fisik juga dapat menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, mengelola emosi, sekaligus mempererat hubungan antarmanusia.
Hal itu disampaikan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, dalam rangkaian Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komisi X DPR RI di Kota Medan, Sabtu (12/9/2026) dan Minggu (13/9/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan body combat dan funwalk yang melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Alumni dan Mahasiswa Aspirasi (Pamas) dr. Sofyan Tan serta masyarakat dari sejumlah wilayah di Kota Medan.
Pada hari pertama, sekitar 150 peserta mengikuti latihan body combat di Kompleks CBD Polonia, Medan. Latihan dipandu instruktur Roy Ginting dan Miss Jana.
Sofyan mengatakan kebugaran tubuh perlu dibangun melalui kebiasaan, bukan sekadar keinginan. Olahraga secara rutin perlu berjalan beriringan dengan pola makan yang seimbang dan kesadaran untuk menjaga kesehatan.
Bagi generasi muda, kata dia, kesehatan fisik juga tidak kalah penting dibandingkan kecerdasan intelektual. Tubuh yang sehat dan bugar menjadi salah satu modal untuk membentuk generasi yang produktif.
Body combat, menurut Sofyan, menjadi salah satu pilihan olahraga yang menarik karena memadukan gerakan dari sejumlah seni bela diri, seperti taekwondo, karate dan muay thai.
“Olahraga bukan hanya untuk membentuk tubuh, tetapi juga menjaga kesehatan dan mengurangi stres,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, latihan body combat selama sekitar 55 menit dapat membakar ratusan kalori. Namun, jumlah kalori yang terbakar bergantung pada intensitas latihan dan kondisi masing-masing peserta.
Sofyan juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dan aktivitas fisik. Makanan dengan kandungan kalori tinggi, termasuk berbagai jenis gorengan, tetap dapat dinikmati, tetapi konsumsinya perlu diimbangi dengan aktivitas fisik.
“Yang penting adalah keseimbangan. Makanan boleh dinikmati, tetapi harus diimbangi dengan olahraga,” katanya.
Menurut Sofyan, manfaat olahraga tidak berhenti pada aspek kesehatan fisik. Aktivitas olahraga juga dapat melatih disiplin, membantu mengendalikan emosi dan membuka ruang interaksi sosial.
Pesan tentang kebersamaan itu kemudian berlanjut dalam kegiatan funwalk di kawasan Royal Sumatera, Medan, Minggu (13/9/2026). Jalan santai tersebut diikuti komunitas Sahabat dr. Sofyan Tan dari Medan Johor, Medan Tuntungan dan Medan Selayang.
Bagi Sofyan, pertemuan dalam kegiatan olahraga dapat menjadi lebih dari sekadar aktivitas bersama. Kebersamaan perlu tumbuh menjadi kepedulian, terutama ketika seseorang atau kelompok lain menghadapi kesulitan.
Ia menilai semangat saling membantu juga penting dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan anak-anak.
Rangkaian Gemar di Medan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga sesaat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan sehari-hari.
Pada saat yang sama, Sofyan berharap kebiasaan hidup sehat dapat berjalan bersama dengan tumbuhnya kepedulian sosial. Masyarakat yang sehat, menurut dia, bukan hanya masyarakat yang memiliki tubuh bugar, tetapi juga masyarakat yang mampu menjaga solidaritas dan kebersamaan.











