Langkat, ArmadaBerita.Com – Komunitas Peduli Umat Tafahum Sumatera Utara bersama masyarakat Dusun Tanjung Bunga, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dan jamaah perwiritan dari sejumlah daerah, di antaranya Perwiritan Raja Napal, Desa Telagah, Dusun Pamah Semelir, Dusun Pajok, Dusun Perteguhen, serta Desa Adintengah. Meski cuaca mendung dan sempat diguyur gerimis, jamaah tetap antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.
Ketua panitia, Hasna Br Sembiring, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu dan jamaah yang hadir, termasuk mereka yang datang dari daerah cukup jauh.
“Kami berterima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir. Terima kasih juga kepada Ustaz Andi bersama Alang yang untuk kedua kalinya hadir memberikan tausiah kepada masyarakat Tanjung Bunga,” ujar Hasna.
Ia juga mengapresiasi dukungan Reihan, Nabila, Yessa, Nazahra, serta seluruh jajaran Tafahum Peduli Umat Sumatera Utara yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Perwakilan pemerintah desa yang hadir mengapresiasi masyarakat Tanjung Bunga yang secara konsisten menjaga kegiatan keagamaan. Ia mengajak jamaah tidak sekadar mendengarkan tausiah, tetapi juga menerapkan pesan-pesan yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Drs. Zakaria Koto ZA mewakili Tafahum Peduli Umat Sumut mengingatkan jamaah mengenai pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Menurutnya, masih ada sejumlah persoalan dalam kehidupan sosial umat Islam. Salah satunya ketika pengeras suara masjid mengumumkan kabar kematian, sebagian masyarakat justru lebih dahulu menanyakan asal kelompok STM atau kelompok perwiritan almarhum.
Ia juga menyoroti masih minimnya masyarakat yang ikut melaksanakan salat jenazah. “Banyak yang datang untuk takziah, tetapi belum tentu ikut salat jenazah. Ini yang perlu kita benahi bersama,” katanya.
Zakaria juga mengingatkan fenomena kehadiran jamaah dalam tahlilan yang terkadang lebih ramai pada malam ketiga dibanding malam pertama dan kedua. Karena itu, ia mendorong masyarakat meningkatkan pemahaman tentang fardhu kifayah dan kesiapan menghadapi kematian.
Tafahum Peduli Umat Sumut, kata Zakaria, siap membantu memberikan pelatihan fardhu kifayah kepada masyarakat yang membutuhkan agar pengetahuan tersebut dapat dipraktikkan secara benar di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Andi bersama Alang mengajak jamaah menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan, baik dalam ibadah maupun dalam berinteraksi dengan sesama.
Ia secara khusus menekankan pentingnya kesabaran dan akhlak mulia. Salah satu kisah yang disampaikan adalah tentang seorang Yahudi buta yang kerap menghina Rasulullah SAW, tetapi tetap diperlakukan dengan penuh kasih dan kesabaran.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi keburukan tidak harus dibalas dengan keburukan. Kesabaran, kelembutan, dan akhlak yang baik justru menjadi bagian penting dari keteladanan Rasulullah SAW.
Penyampaian tausiah yang diselingi humor melalui karakter Alang membuat jamaah, termasuk anak-anak dan orang dewasa, mengikuti acara dengan antusias. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Tabligh Akbar tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, kepedulian sosial, serta kesadaran umat tentang pentingnya menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.











