EKBIS  

5 Ton Tempe Diproduksi Warga Binaan Rutan Kelas I Medan Setiap Bulan Dari Bimbingan Kegiatan Kerja

Rutan Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui Bimbingan Kegiatan Kerja.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui Bimbingan Kegiatan Kerja (Bimker). Beragam kegiatan produktif diberikan sebagai wadah bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kreativitas, sekaligus mempersiapkan diri agar memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, Warga Binaan tidak hanya diarahkan untuk menjalani masa pidana, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar dan menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat.

“Kami terus mendorong agar pembinaan di Rutan Kelas I Medan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dan produktivitas Warga Binaan. Melalui Bimker, mereka diberikan ruang untuk belajar, bekerja, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki sebagai bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Andi Surya.

Beragam kegiatan tersedia di Bimker Rutan Kelas I Medan, mulai dari kerajinan tangan, produksi sandal, pembuatan tas, hingga sandal hotel. Selain itu, Warga Binaan juga dilibatkan dalam pengolahan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di antaranya keripik pisang, keripik tempe, produksi roti, Coffeshop serta produk olahan teri.

Salah satu kegiatan yang terus dikembangkan adalah produksi tempe. Setiap bulannya, Bimker Rutan Kelas I Medan mampu memproduksi sebanyak 5 ton tempe, dan produksi perhari sebanyak 307 batang yang selanjutnya disalurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk tempe yang dihasilkan juga telah bersertifikat halal sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas dan memastikan produk yang dihasilkan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Selain menghasilkan berbagai produk, kegiatan Bimker Rutan Kelas I Medan juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penerimaan tersebut merupakan akumulasi dari hasil penjualan berbagai produk dan kegiatan usaha yang terdapat di Bimker, mulai dari produk kerajinan, sandal, tas, sandal hotel, aneka produk olahan UMKM, hingga coffee shop.

Hingga bulan Juli 2026, kontribusi PNBP dari kegiatan Bimker telah mencapai Rp24,5 juta dari target Rp36 juta dalam satu tahun. Capaian tersebut merupakan hasil akumulasi penjualan berbagai produk dan kegiatan usaha yang dikelola melalui Bimker Rutan Kelas I Medan.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program pembinaan kemandirian dapat berjalan secara produktif dan memberikan manfaat, baik bagi Warga Binaan maupun negara.

“PNBP yang dihasilkan merupakan akumulasi dari berbagai produk dan kegiatan usaha yang ada di Bimker, bukan berasal dari satu jenis produk saja. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan memiliki nilai produktif. Kami akan terus mendorong agar potensi dan keterampilan Warga Binaan dapat dikembangkan sehingga menghasilkan karya yang bernilai dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Andi Surya.

Kasubsi Bimbingan Kegiatan Kerja Rutan Kelas I Medan, Irawadi Purba, menjelaskan bahwa produksi tempe menjadi salah satu kegiatan unggulan yang terus dikembangkan dalam program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

“Produksi tempe ini menjadi salah satu kegiatan produktif yang kami kembangkan secara berkelanjutan. Dalam satu bulan, produksi dapat mencapai sekitar 5 ton, dengan hasil produksi yang turut mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain keterampilan, kegiatan ini juga mengajarkan Warga Binaan tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta proses kerja yang terarah,” ujar Irawadi Purba.

Ia menambahkan, proses produksi dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kualitas produk. Tempe yang dihasilkan juga telah memiliki sertifikat halal sehingga dapat memberikan jaminan bahwa produk yang dipasarkan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Bimker dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana. Jadi, mereka tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan yang bisa dikembangkan secara mandiri di tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Rutan Kelas I Medan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, produktif, dan berorientasi pada kemandirian. Bimker tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk membangun kepercayaan diri, disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.

Pembinaan kemandirian tersebut menjadi salah satu upaya Rutan Kelas I Medan dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yakni memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *