Medan, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Kabupaten Dairi akan membawa kekayaan budaya Pakpak ke panggung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 pada Minggu (19/7/2026) malam. Salah satu pertunjukan yang paling dinanti adalah Meraleng Tendi, sebuah sendra tari yang mengangkat kisah legenda tentang ritual memanggil atau menjemput roh yang diyakini meninggalkan tubuh seseorang.
Penampilan seni dan budaya yang digelar di arena PRSU tersebut dijadwalkan dihadiri Bupati Dairi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Selain Meraleng Tendi, Pemerintah Kabupaten Dairi juga akan menampilkan kolaborasi seni, pertunjukan seniman lokal, serta sendra tari yang mengangkat kearifan lokal masyarakat Pakpak.
Perwakilan kegiatan seni, Andika, mengatakan Meraleng Tendi merupakan cerita rakyat yang telah lama hidup di tengah masyarakat Pakpak dan menjadi salah satu warisan budaya khas Kabupaten Dairi.
“Meraleng Tendi adalah cerita melegenda di Kabupaten Dairi dari Suku Pakpak. Pagelaran ini akan ditampilkan malam ini di PRSU,” katanya.
Menurutnya, para penampil merupakan pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Dairi yang telah menjalani pembinaan untuk menampilkan pertunjukan budaya tersebut.
Ia menambahkan, pertunjukan Meraleng Tendi sebelumnya telah dipentaskan pada Pesta Budaya Njuah-Njuah di Kabupaten Dairi pada 29 Oktober 2025 dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Bagi masyarakat Dairi yang merantau dan belum sempat menyaksikannya tahun lalu, ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung pagelaran tersebut di PRSU,” ajaknya.
Informasi yang dihimpun, para penari berasal dari sejumlah sanggar tari serta kelompok binaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Dairi.
Melalui panggung PRSU, Pemerintah Kabupaten Dairi ingin memperkenalkan identitas budaya Pakpak kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi di tengah arus modernisasi.
Kehadiran Meraleng Tendi di ajang PRSU 2026 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya yang memperkenalkan warisan leluhur Pakpak kepada generasi muda dan masyarakat lintas daerah. Dengan mengangkat legenda lokal ke panggung besar, Dairi menegaskan komitmennya menjaga sekaligus mempromosikan kekayaan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.











