Medan, ArmadaBerita.Com – Eskalator yang selama puluhan tahun menjadi salah satu ikon Pasar Petisah, Kota Medan, kini hanya menyisakan rangka besi berkarat. Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran publik itu telah lama tidak berfungsi dan dikeluhkan para pedagang karena dinilai berdampak langsung terhadap menurunnya aktivitas perdagangan, terutama di lantai dua.
Pantauan di Pasar Petisah, Senin (22/6)/2026, menunjukkan kondisi eskalator mengalami kerusakan berat. Selain tidak lagi beroperasi, sejumlah bagian tampak dipenuhi karat dan terlihat tidak terawat.
Seorang pedagang yang berjualan di sekitar area eskalator mengaku kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sejak eskalator berhenti beroperasi, jumlah pembeli yang naik ke lantai dua terus berkurang.
“Eskalator ini sudah lama rusak. Pembeli malas naik ke lantai dua. Imbasnya ke kami pedagang karena dagangan jadi sepi,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain di lantai dasar yang menilai kondisi Pasar Petisah saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
“Dulu Pasar Petisah ini lebih rapi. Sekarang kondisinya seperti yang terlihat,” kata pedagang yang akrab disapa Acek.
Bagi pedagang di lantai dua, kerusakan eskalator bukan sekadar persoalan fasilitas umum. Mereka menilai kondisi tersebut telah memutus arus pengunjung yang selama ini menjadi sumber utama transaksi.
Seorang pedagang yang dikenal dengan panggilan Lubis mengatakan para pedagang sebenarnya sudah berulang kali menyuarakan persoalan tersebut. Bahkan, menurutnya, ratusan pedagang pernah menyampaikan surat dan melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Medan serta DPRD Kota Medan untuk meminta perbaikan eskalator.
“Kami sudah pernah menyurati dan beraudiensi dengan wali kota serta DPRD Medan agar eskalator segera diperbaiki. Sampai sekarang masih rusak dan berkarat,” katanya.
Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan para pedagang. “Kalau memang tidak diperbaiki, lebih baik dijadikan monumen saja,” celetuknya.
Saat meninjau kondisi pasar, wartawan mendapati eskalator yang tidak lagi berfungsi digunakan sebagai akses menuju lantai dua. Di sepanjang lintasan, sejumlah bagian terlihat dipenuhi karat dan terasa goyang ketika dilalui.
Beberapa pedagang yang berada di sekitar lokasi bahkan mengingatkan pengunjung agar berhati-hati saat melintas.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada jajaran direksi PUD Pasar Kota Medan terkait kondisi eskalator dan pengelolaan Pasar Petisah. Namun saat wartawan mendatangi kantor direksi di lantai atas, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan tidak berada di tempat.
Begitu pula Direktur Operasional Agus Syahputra dan Direktur Administrasi dan Keuangan Bobby Octavianus Zulkarnain yang juga tidak terlihat berada di kantor saat jam kerja berlangsung.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen PUD Pasar Kota Medan mengenai penyebab belum diperbaikinya eskalator maupun rencana revitalisasi fasilitas tersebut.
Bagi para pedagang, kondisi eskalator yang mangkrak dan terus berkarat menjadi simbol meredupnya salah satu fasilitas yang pernah menjadi kebanggaan Pasar Petisah. Di tengah persaingan pusat perbelanjaan modern dan perubahan pola belanja masyarakat, mereka berharap fasilitas dasar yang menunjang aktivitas perdagangan dapat segera mendapat perhatian agar denyut ekonomi pasar kembali bergerak.











