NEWS  

Ratusan Rumah Warga di Dusun 17 Bandar Khalipah Masih Terendam Banjir, Ada yang Ngungsi ke Masjid

Pungut bersama warga membersihkan parit gara lancar mengalir ke sungai. (Dok.ABC)
Share

Percut Sei Tuan, ArmadaBerita.Com – Bencana banjir yang menimpa pemukiman penduduk di kawasan Dusun 17, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan masih kesulitan beraktivitas karena rumah mereka masih terendam banjir. Sejak Kamis 27 November sampai hari ini Rabu (3/12/2025) malam, beberapa warga di sana terpaksa memilih mengungsi ke mesjid Syahiratul A’mal dan tempat keluarganya.

Banjir ini berlanjut setelah Selasa (2/12/2025) kemarin, hujan kembali mengguyur seharian. Meski tidak sedalam pada buoan november kemarin, namun hajan di awal bulan Desember ini juga masuk dan menggenangi rumah-rumah warga.

“Kalau hujan yang 3 hari di bulan November kemarin, rumah kami dan seluruh tetangga rumah kami itu airnya mencapai sepinggang. Sekarang hampir setinggi dengkul,” kata Aan, warga yang tinggal Dusun 17, Gang Anggrek Merak 5 ketika  berjalan kaki ke masjid dekat rumahnya, Rabu (3/12/2025) petang.

Akibatnya, ia terpaksa mengungksi ke masjid. Sementara istrinya harus pulang ke rumah orang tuanya di kota Siantar. “Istri sama anak saya sudah diungsikan ke tempat mertua. Karena kasihan juga bang kalau mereka tidur dan tinggal di masjid terus seperti kemarin,” ungkapnya.

Dampak banjir yang hampir menyeluruh di kawasan Sumatera Utara, khususnya kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang ini telah menyebabkan ratusan bahkan ribuan rumah warga terendam. Di kawasan Dusun 17 Desa Bandar Khalipah saja, dari hasil oantaun wartawan, ratusan rumah warga terendam. “Dari Gang anggrek Merah 1 sampai Gang Anggrek Merah 7 itu terendam banjir rumah warga,” timpal Dedi, warga sekitar.

Ketua RT setempat, Pungut, menyebut, kawasan tempat tinggalnya yakni di Gang Anggrek Mereh 4 kembali terendam banjir pasca hujan mulai dari akhir bulan November hingga awal Desamber 2025. Menurutnya, debit air naik dari aliran parit yang melintasi perumahan Citra Land dan juga dari aliran air sungai yang meluap tinggi dan mendorong dari saluran pembuangan parit warga.

Dampak banjir tersebut banyak warga yang semakin kesulitan. Pasalnya, sebahagian besar warga merupakan pekerja atau buruh yang mendapatkan upah dari aktivitas masuk kerja. Akan tetapi, banjir ini menyulitkan aktivitas mereka yang tidak bisa bekerja karena akses jalan digenangi air dan aspek lain seperti memperbaiki genangan air di rumah, memperbaik kendaraan rusak terendam air, hingga sulitnya memperoleh BBM untuk kendaraan.

Namun, sebut Pungut, hingga saat ini, ia mengaku belom ada perhatian ataupun bantuan dari pemerintah terkait warga-warga yang terdampak banjir di kawasan tersebut. “Tolong lihat kami, semoga ada perhatian dan bantuan buat warga kami yang terdampak,” harap Pungut saat ditemui bersama para warga sedang membersihkan aliran parit agar lancar mengalir ke sungai. (Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *