Madina, Armadaberita.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Mustafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, melepas 1.432 santri dan santriwati kelas VII Tahun Ajaran 2024/2025. Acara wisuda ini diwarnai dengan suasana haru dan kebanggaan, terutama bagi para tahfidz yang telah menyelesaikan hafalan mulai dari 5 hingga 30 juz dengan sertifikat resmi.
Pimpinan Ponpes, KH. Mustafa Bakhri Nasution, mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir dari perjalanan menuntut ilmu. “Bagi yang telah lulus, bersyukurlah. Namun, bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Pintu Ponpes Mustafawiyah selalu terbuka bagi yang ingin memperbaiki pelajarannya,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Mandailing Natal, H. Maranaek Hasibuan, yang juga alumni ponpes ini, memberikan motivasi kepada para santri agar tidak takut bermimpi besar. “Saya juga lulusan Ponpes Mustafawiyah. Jangan ragu mengejar impian kalian. Pemerintah selalu mendukung pendidikan pesantren dan tahun ini kami telah menyiapkan hadiah bagi para tahfidz terbaik,” katanya.
Dalam momen perpisahan, seorang santriwati mewakili teman-temannya menyampaikan pidato penuh makna. “Kami datang ke ponpes ini bukan sekadar mencari nilai tinggi, tapi ingin menjadi manusia yang berilmu dan bernilai di masyarakat,” tuturnya.
Pidato perwakilan santri disampaikan dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Acara semakin meriah ketika KH. Mustafa Bakhri Nasution mengumumkan 25 santri berprestasi yang menerima hadiah, termasuk umrah gratis bagi tiga santri dengan nilai tertinggi.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para santri terbaik, didampingi orang tua atau wali mereka. Dengan kelulusan ini, Ponpes Mustafawiyah kembali membuktikan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.











