ArmadaBerita.Com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah kembali menjadi sorotan. Di SMP Negeri 3 Medan, sejumlah menu ayam goreng dari paket MBG diduga berbau tak sedap dan tak layak konsumsi. Akibatnya, ratusan porsi makanan terpaksa dikembalikan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Medan Komisi II Henry Jhon Hutagalung menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai, peristiwa ini mencoreng tujuan mulia program MBG yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kecerdasan anak sekolah.
“Kalau lauk ayam goreng berbau busuk dikonsumsi anak, tentu bisa mengganggu kesehatan. Padahal program MBG ini ditujukan untuk menciptakan anak-anak cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” kata Henry kepada wartawan, Jumat (17/10/2025).
Politisi PSI itu menyebut, insiden tersebut tidak sejalan dengan semangat program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, ia meminta Badan Gizi Daerah bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Henry juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses pengolahan serta penyimpanan bahan makanan di dapur SPPG. Ia mengingatkan agar kualitas bahan pangan dan kebersihan dapur dijaga setiap hari.
“Apakah sayur, daging, dan ikan disimpan di freezer dengan benar? Kalau tidak dibekukan, daging cepat busuk. Kebersihan ruang dan wadah masak juga harus diawasi,” tegasnya.
Selain itu, Henry menilai sebaiknya penyedia katering dalam program MBG tidak hanya satu pihak. Menurutnya, membebankan ribuan paket makanan kepada satu katering berisiko menurunkan kualitas.
“Kalau hanya satu katering, kemungkinan besar mereka mengejar waktu dan memasak sebagian makanan sehari sebelumnya. Kalau begitu, wajar kalau basi,” ujarnya.
Henry juga meminta Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Ketahanan Pangan tidak lepas tangan dalam pengawasan program ini. Ketiga instansi, kata dia, punya peran penting memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman dan bergizi.
“Tujuan Presiden sudah sangat baik, tapi pelaksanaan di lapangan perlu diawasi ketat. Kalau dibiarkan, bisa berbahaya bagi kesehatan anak sekolah,” pungkasnya. (Hp/Asn)









