Siantar, ArmadaBerita.Com
Suyetno alias Paino (58) hanya bisa menangis, setelah rumah permanen yang ditempatinya diterjang longsor sejak bulan 5 September tahun 2022 lalu.
Tepatnya di Jalan Siak Ujung, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut).
Kepada wartawan, Jumat (3/2/2023) siang pukul 11.30 WIB, Paino mengaku sedih, karena merasa sudah tidak ada perhatian dari pemerintah kota (Pemko) Pematangsiantar untuknya.
Paino merupakan salah satu korban, yakni dari empat pemilik rumah lainnya yang ikut diterjang longsor. Sejak kejadian, ia cuma mendapat bantuan sembako.
“Kita seperti anak ayam di lepas begitu saja, tidak pernah diberikan pembinaan dan pengarahan pemerintah termasuk bantuan lainnya. Kami hanya dapat beras,” kata Paino sambil meneteskan air mata.
Pasca kejadian longsor, Paino mengaku suda berkali-kali mengajukan permohonan untuk dapat solusi. Namun, tidak pernah digubris termasuk dari Lurah Martoba.
“Ponimat mereka ada mengarahkan kami untuk pindah ke tempat yang lebih layak, tapi sampai sekarang belum ada. Setiap malam kami tidur penuh dengan rasa ketakutan,” ucap Paino.
Meski kejadian tersebut dianggap pemberian dari Tuhan, Paino berharap penuh agar Pemerintah Kota Siantar, khususnya Walikota terjun langsung menemui mereka.
“Kami hanya bisa pasrah ini kehendak Tuhan, semoga ibu Walikota bisa memberikan tempat yang layak untuk kami,” harapnya Paino yang tinggal bersama anak-anaknya.

Sementara, dari pantauan wartawan, kondisi rumah Paino dan tetangganya terlihat memperihatinkan. Keretakan tanah pun bahkan sudah mengenai sampai ke dalam kamar utama dan teras rumahnya.
Bahkan, untuk menjaga terjadinya longsor susulan, Paino dan tetangga berinisiatif mengisi Goni dengan tanah. Kemudian, tumpukan tanah di goni dibuat sebagai pengganjal.
Tak itu saja, tiang teras rumahnya juga terlihat wartawan sudah roboh. Saluran pipa untuk buangan air dari kamar mandinya pun sudah terlihat patah sejak kejadian itu berlangsung.
Sampai berita ini dikirimkan ke meja Redaksi, Ade sebagai Lurah Martoba belum berhasil dikonfirmasi wartawan, meski pesan yang dilayangkan melalui whatsapp sudah masuk. (Yud)











