Medan, ArmadaBerita.Com
M. Lukman alias Imam Congor (27), warga Tembung, pelaku jambret yang sempat viral melakukan aksi penjambretan di kawasan Jalan Letda Sujono, tepatnya di pintu Tol Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, akhirnya menyerah ke polisi saat ditangkap.
Pria nekat yang sudah beberapa kali melakukan penjambretan HP di lokasi Tol Bandar Selamat ini pun tak berkutik ketika petugas menyergapnya di kawasan Jalan Pertiwi Baru, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Jum’at (11/6/2021) malam.
Usai menyerah tanpa perlawanan, bandit yang cukup meresahkan masyarakat ini malah mengaku dilumpuhkan polisi dengan cara ditembak di kedua kakinya.
Pengakuan tersangka Lukman alias Imam Congor itu, dicetuskannya saat dirinya bersama 13 tersangka lain pada saat konferensi pers berlangsung dipaparkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu, dihadapan wartawan Sabtu (12/6/2021) sore.
“Nggak melarikan diri,” cetus Lukman alias Imam Congor, diatas kursi roda ketika ditanyai wartawan dihadapan Kapolrestabes Medan dan didampingi Kapolsek Percut Sei Tuan.
Mendengar pengakuan tersangka itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, yang berdiri disamping tersangka langsung kembali mengulang pertanyaan kepada tersangka.
“Nggak melarikan diri? Nggak mungkin nggak melarikan diri, kau ditangkap dimana?” tanya Riko.
“Menyerahkan diri Pak. Ditangkap di rumah Pak,” terang tersangka menjawab pertanyaan Kapolrestabes Medan, di hadapan awak media saat konferensi pers di Mapolsek Percut Sei Tuan.
Meskipun begitu, tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan aksi jambret di Jalan Letda Sujono, tepatnya dipintu masuk Tol Bandar Selamat. Tersangka juga mengakui dalam kurun waktu setahun ini ia telah sepuluh kali melakukan aksi jambret di lokasi yang sama.
“Menyesal bang. Hasilnya kadang buat keluarga. Melakukannya jarang-jarang, tidak setiap hari,” aku tersangka.
Selain itu salah satu tersangka lain yakni, Saiful Ambri alias Ipul yang berbeda kelompok dengan Imam Congor, juga mengaku mulai beraksi di tahun ini. Dalam melakukan aksinya, Saiful, kerap menunggu calon korbannya di depan jalan masuk gang masjid tepatnya di pintu tol Bandar Selamat Jalan Letda Sujono. Ketika calon korbannya lengah, Saiful Ambri langsung melakukan perampasan HP maupun domper korban dan kabur melarikan diri.
“Sama pak, saya melakukan perampasan HP di depan gang samping masjid mulai dari dua tahun ini,” aku tersangka yang berdiri tepat di belakang kursi roda dan satu borgol dengan Imam Congor.
Kapolrestabes Medan mengatakan, pengungkapan aksi kejahatan tersangka berawal terkait kasus-kasus premanisme yang terjadi di wilayah hukum Polrestabes Medan khususnya Polsek Percut Sei Tuan. Bahkan, video aksi penjambretan HP di kawasan pintu Tol Bandar Selamat Medan itu sempat viral di media sosial.
Berdasarkan bukti hasil rekaman CCTV di lokasi, aksi para pelaku berulangkali beraksi dan berhasil membawa kabur HP, tas dan barangbberharga lainnya. Kemudian ada satu pelaku yang menunggu lalu mereka melarikan diri menggunakan sepedamotor. Ada juga modus menunggu masyarakat yang hendak menambah saldo kartu E Tol.
“Jadi kalau masyarakat masuk pintu tol dan saldonya kurang, maka mereka turun untuk menambah saldonya. Disaat itulah para pelaku mendatangi mobil kemudian mengambil barang-barang berharga yang berada didalam mobil,” ujar Riko Sunarko kepada awak media.
Dijelaskannya, unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, mengamankan 14 orang dalam operasi premanisme. Empat orang diantaranya terkait kejadian yang videonya sempat viral di media sosial (Medsos). Mereka ada dua grup, grup pertama mengakui baru sepuluh kali melakukan aksinya. Berikutnya mengaku baru empat kali.
“Ini baru pengakuan awal dan sedang kita kembangkan. Turut diamankan empat penadah barang hasil kejahatan. Juga turut diamankan pelaku lain karena melakukan pengutipan liar (Pungli), dengan cara meminta uang dengan paksa di depan pintu Tol Bandar Selamat, kepada pengemudi mobil, truk dan kontainer,” pungkas Riko. (Red)











