Medan, ArmadaBerita.Com
Pengendara mobil yang tidak mau membayar parkir menggunakan sistem E-Parking kemudian marah-marah kepada Juru Parkir (Jukir) akhirnya ditangkap polisi. Usai ditangkap, pengendara bernama Rizkan Putra (27), warga Takengon, Aceh itu diboyong ke Polrestabes Medan Senin (25/4/2022).
Kebetulan saat itu pihak kepolisian sedang melaksanakan keterangan pers terkait pengungkapan sejumlah kasus premanisme yang terjadi di wilayah hukum Kota Medan dalam tiga hari terakhir ini.
Rizkan pun tampak memohon maaf kepada semua pihak yang diancamnya seperti yang viral di Medsos beberapa hari ini. Hal itu diungkapkannya saat dicecar pertanyaan oleh Kapoldasu Irjen Panca Putra didampingi Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kapolrestabes Medan. Tampak hadir juga Dandim dan Kajari Medan.
“Saya mohon maaf sebesarnya kepada Pak Bobby. Saya tidak tahu, saya pikir Pak Bobby itu bos tukang parkirnya. Kepada tukang parkir juga saya minta maaf. Saya memang tidak tahu. Saya mohon dimaafkan,” kata Rizkan.
Dirinya juga menjelaskan bahwa keributan yang terjadi karena dia merasa kesal kepada sang tukang parkir yang memaksa mau mengambil kartu e-tol miliknya ke dalam dashboard mobilnya. Padahal, ia mengaku sudah memberikan uang Rp 5000, namun masih diminta membayar menggunakan elektronik (e-parking).
Akibatnya, ia marah. Sementara petugas parkir itu mengatakan bahwa hal itu merupakan ketentuan dari Bobby yang belum diketahui pelaku adalah Wali Kota Medan (Bobby Afif Nasution). Alhasil, dalam video yang sempat viral itu, pelaku mengancam akan mematahkan leher orang yang disebut tukang parkir itu yakni Bobby.
“Saya minta maaf pak, saya nggak tau kalau Bobby yang dimaksud itu adalah Wali Kota Medan. Saya kira itu bos si tukang parkir dan saya fikir bosnya itu preman juga, karena saya orang pendatang makanya saya bilang gitu ke dia,” ungkap Rizkan Putra yang mengaku bekerja di toko seluller (ponsel) ini.
“Sekali lagi saya minta maaf pak, iya saya salah. Tangan jukir itu luka karena dia yang menarik saya duluan dari dalam mobil, karena saya takut kartu E-Tol saya diambil dan dikuras, saya jalankan aja mobil sampai dia terjatuh, tapi tangan saya pun ada luka memar goresan,” sebutnya lagi yang tetap m bela diri namun mengakui kesalahannya.
Mendengar hal itu Bobby Nasution bilang telah memaafkan. “Sebelum minta maaf pun ya saya sudah maafkan. Cuma yang kita sayangkan adalah aksi kurang terpuji kepada jukir kita yang sedang bertugas,” kata Bobby Nasution.
Pengendara tersebut ditangkap polisi di Jalan Tol Langkat saat hendak pulang ke kampungnya. Personel Polsek Medan Kota menangkap tersangka setelah adanya laporan dari korban yakni Anugerah Ihsan, petugas E-Parking yang bertugas di sekitaran Jalan Rahmadsyah, Kecamatan Medan Kota dan sekitarnya.
“Memang atas inisiatif saya sendiri melaporkan pengendara mobil itu. Karena saya diancam dan dijepit jendela mobil kemudian diseret. Saya laporkan langsung malam harinya Sabtu malam kemarin,” kata Anugerah yang ditemui terpisah. (ASN)











