Medan, ArmadaBerita.Com
Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kota Medan kian marak, bahkan pelakunya nekat melakukan di tempat keramaian. Seperti yang terjadi di Jalan Seser, Gang Mulyo, Kecamatan Medan Tembung beberapa waktu lalu.
Ironisnya salah satu pelakunya seorang perempuan yakni, Nurhayati (27) warga Marelan Raya, Pasar I Rel, Lingkungan 7 Medan Labuhan. Wanita yang kerap berpindah alamat tempat tinggal ini melakukan aksi pencurian sepeda motor bersama teman prianya yang bernama, M. Zulfa (28) warga Jalan Tuasan, Kecamatan Medan Tembung.
Menurut informasi yang diperoleh, kedua pelaku tertangkap tangan oleh masyarakat saat melakukan aksi pencurian sepeda motor di Jalan Seser, Gang Mulyo pada Jum’at (12/8/2022) sekira pukul 13.30 WIB.
Siang itu kedua pelaku berboncengan naik sepeda motor Mio Soul BK 4469 ACW. Sesampainya di lokasi, kedua pelaku yang diduga menjalin asmara ini turun dan berniat mengambil sepeda motor Honda Supra BK 4917 AAO dari depan parkiran rumah disana.
Pelaku M. Zulfa langsung melakukan aksinya dengan merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci letter T, sementara teman wanitanya Nurhayati standby menunggu di atas sepeda motor tak jauh dari lokasi.
Namun saat pelaku berhasil merusak kunci sepeda motor korban dan berupaya membawa kabur motor itu, aksinya kepergok korban dan warga sekitar. Mereka diteriaki maling.
“Meski diteriaki maling, tapi pelaku si laki-laki (M. Zulfa) masih sempat menyorong kreta (motor) itu, setelah dikejar warga barulah dijatuhkannya kreta korban dan si laki-laki lari ke boncengan pelaku perempuan yang sudah menunggu di atas kreta nya,” ungkap warga dengan sapaan Yudi kepada wartawan.
Mendengar teriakan maling, masyarakat pun langsung ramai mengejar pelaku yang sempat kabur mengendarai kreta dengan berboncengan. Kejar-kejaran antara warga dan pelaku pun sempat terjadi. Namun apes bagi kedua pelaku, sekitar 2 Km dari lokasi pencurian keduanya terjatuh dari sepeda motornya hingga berhasil ditangkap.
“Di Jalan Sutomo lah mereka baru berhasil ditangkap warga, itu pun karena mereka jatuh dari kreta,” kata warga lagi.
Warga yang geram akan aksinya tanpa dikomandoi sempat mendaratkan bogeman mentah kepada pelaku M. Zulfa. Sementara pelaku wanita meringis kesakitan karena luka akibat terjatuh ke aspal.
Namun belakangan beredar kabar dari keresahan warga bahwa kedua pelaku akan dibebaskan. Warga yang tak mau namanya dipublish menyebut bahwa keluarga pelaku sudah mempersiapkan uang Rp 10 juta sesuai kesepakatan agar kedua pelaku bisa bebas dari jeratan hukum.
“Iya kabarnya gitu bang soalnya dari keluarga mereka sudah ribut karena pelaku hutang-hutang meminjam uangnya. Kami sih keberatan karena pelakunya diduga sudah sering mencuri. Dan suami keduanya saja juga baru ditangkap di Polsek Medan Timur karena kasus penggelapan barang curian,” beber warga lagi.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M. Agustiawan ketika dikonfirmasi, Kamis (25/8/2022) membenarkan prihal diamankannya pria dan wanita pelaku curanmor yang merupakan hasil tangkapan warga dan serahan dari Polsek Medan Timur.
“Oh iya, yang kejar-kejaran itu kan? Iya kedua pelaku masih kita amankan di Polsek Percut Sei Tuan. Nama korbannya nanti saya bongkar berkas lagi soalnya sudah ada 3 minggu ini, sudah lama dan saya sudah lupa,” kata Kompol M. Agustiawan.
Ditanya terkait adanya rumor akan dibebaskannya kedua pelaku yang sempat viral ditangkap warga karena melakukan aksi pencurian, Kompol Agus mengaku bahwa kedua pelaku masih ada ditahan di Polsek Percut Sei Tuan.
“Setahu aku masih ada lah kedua pelakunya, pasti termonitorlah kalau dikeluarkan,” aku Kapolsek. (ASN)











