MEDAN, ARMADABERITA — LBH Medan mendesak Polda Sumatera Utara menyelidiki dugaan gangguan kesehatan yang dialami sekitar 30 siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, setelah mengonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).
Direktur LBH Medan Irvan Saputra mengatakan, para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut. Sejumlah siswa kemudian mendapat perawatan di fasilitas kesehatan, sementara polisi telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa.
LBH Medan meminta penyelidikan dilakukan Polda Sumut karena makanan tersebut disebut berasal dari SPPG Polres Asahan. Irvan khawatir penanganan oleh Polres Asahan menimbulkan konflik kepentingan.
Selain penyelidikan, LBH Medan mendesak pemerintah mengevaluasi keamanan pelaksanaan MBG. LBH Medan juga meminta Presiden Prabowo menghentikan sementara program tersebut hingga sistem keamanan dan pengawasannya diperbaiki.
“Jangan sampai ada korban jiwa baru dihentikan,” kata Irvan.
LBH Medan menyatakan dugaan kelalaian dalam penyediaan makanan dapat memiliki konsekuensi hukum apabila terbukti melalui penyelidikan dan pemeriksaan.











