NEWS  

Pekerja Proyek Drainase di Jermal 17 Denai Rusak Tiang Plang Media

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Pekerja proyek pemasangan U Ditch parit di Jalan Jermal 17, Lingkungan 05, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, terkesan asal asalan.

Pasalnya, pengerjaan itu menyebabkan tiang plang salah satu media yang berada di lokasi rusak akibat dihantam alat berat excavator hingga miring.

Anehnya, para pekerja diduga tidak ada melakukan konfirmasi terhadap Kabiro Medan dari media tersebut.

Melihat itu, Kordinator Liputan Medan88News, Iwan Susilo, SE mencoba menanyakan kepada penanggung jawab proyek. Namun dengan entengnya pengawas proyek mengaku bertanggung jawab dengan melakukan penyambungan menggunakan las listrik.

Iwan Susilo pun kecwa dan menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, meski telah disambung menggunakan las listrik, menurutnya tiang besi plang tidak akan kuat dan berakibat tumbang serta bisa melukai warga sekitar.

“Posisi tiang plang media kami berada di dalam pagar rumah dan tidak mengganggu pekerjaan, kenapa pekerja proyek menghantam plank dengan alat berat excavator dan langsung memotong tiang plang tanpa koordinasi dengan pihak pemilik rumah. Kami meminta kepada penanggung jawab proyek untuk mengganti tiang plang dengan pipa besi yang senyawa tanpa disambung sambung lagi,” jelas Iwan, Kamis (14/7/2023).

Pemilik rumah ibu Eni Siregar juga merasa sangat kecewa dengan perlakuan pekerja proyek yang memotong tiang plang besi tanpa kordinasi dengan dirinya. “Jelas saya kecewa. Kenapa mereka tanpa ngomong dulu sama saya pemilik rumah, mereka langsung memotong besi tiang plangnya,” gerutu ibu Eni Sinaga.

Dirinya mereka tak dihargai atas tindakan pekerja proyek. Apalagi dengan entengnya menyambung besi plang yang mereka mereka potong dengan las listrik.

“Kalau nanti tiang tumbang, cucu saya banyak, dan dapat mencederai cucu cucu saya serta warga. Kan saya yang membiayai perobatan mereka. Gggak benar ini. Saya mau besi utuh dan ganti seperti semula tanpa disambung sambung, nanti tidak kuat,” cetus Ibu Eni.

Ironisnya, keberatan ibu Eni tak digubris pihak penanggung jawab proyek di lapangan saat itu bermarga Purba. Purba bersikeras hanya akan melakukan penyambungan pipa tiang yang sudah mereka potong dan tanpa kordinasi dengan pihak Media dari plang tersebut.

Selain merusaknfasilitas media yang berada disana, pengerjaan proyek drainase dari Pemko Medan itu diangap sangat menggangu ketentraman masyarakat sekitar. Diduga pengerjaan U Ditch drainase tersebut masih banyak ditemukannya ketidak sesuaian dengan SOP.

“Kami berharap kepada bapak Walikota Medan M.Bobby Afif Nasution segera menindak dan meninjau ulang para pekerja proyek drainase yang terkesan asal asalan tanpa Standar Operasional Prosedur (SOP),” pinta Ibu Eni dan Iwan.

Mereka juga berharap agar Wali Kota Medan bisa lebih jeli terhadap perusahaan dalam pengerjaan proyek yang menghabiskan anggaran pemerintah sekitar 5.628.638.600 rupiah tersebut. Apalagi tidak memikirkan masyarakat di lokasi. Warga menuding pekerja melakukannya asal cepat namun hasilnya mengecewakan bagi masyarakat.

“Para pengawas lapangan proyek selalu tidak berada di tempat saat pekerjaan dilakukan, sehingga mengakibatkan kerugian masyarakat sekitar banyak terjadi. Dan para pengawas tidak mengetahuinya,” kesal Iwan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *