Medan, ARMADABERITA.COM – Perayaan Natal Punguan Hutagalung Datu Sorga dohot Boruna Kota Medan, Sabtu (21/12/2024), berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Acara yang digelar di Wisma Virgo, Medan Sunggal, ini menjadi momen istimewa untuk bersyukur atas kasih penyertaan Tuhan sekaligus mempererat solidaritas di antara keluarga besar Hutagalung.
Ketua Punguan, Johannes Hutagalung, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam sambutannya. “Natal bukan sekadar perayaan, tetapi juga refleksi atas penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Kiranya Natal ini menjadi awal yang lebih baik untuk keluarga besar Hutagalung agar semakin solid dan penuh berkat,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dari ratusan anggota punguan.
Kesederhanaan yang Sarat Makna
Meski digelar sederhana, makna Natal tetap terasa dalam setiap sesi acara. Pendeta Krista Siboro STh dalam khotbahnya mengingatkan jemaat akan kesederhanaan kelahiran Yesus di Betlehem. “Kesederhanaan itu mengajarkan kita untuk bersyukur dan menjadi terang bagi dunia, dimulai dari keluarga kita sendiri,” ujarnya.
Kebersamaan tampak nyata saat seluruh anggota punguan menyaksikan liturgi profesi anak-anak yang menampilkan ekspresi polos nan menghibur. Anak-anak yang tampil dalam tarian Batak Toba juga menjadi simbol warisan budaya yang terus dijaga oleh keluarga besar Hutagalung.
Panitia Dipimpin Kaum Ibu
Tahun ini, kepanitiaan Natal menjadi unik karena sepenuhnya dipimpin oleh paniaran (kaum ibu), termasuk Ketua Panitia, Rospita Silaban. “Ini adalah wujud apresiasi kepada para istri yang selalu mendukung suami, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Johannes Hutagalung.
Rospita pun menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan acara ini. “Lewat Natal ini, kita diajak untuk bersyukur dan makin mempererat persaudaraan di antara kita. Terima kasih atas dukungan semua pihak, baik berupa tenaga, pikiran, maupun materi,” katanya.
Momentum Meningkatkan Solidaritas
Selain refleksi rohani, perayaan Natal ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antaranggota punguan. Penasehat punguan, Ir. TP Hutagalung, berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga.
“Kita adalah satu keluarga besar. Kiranya punguan ini menjadi berkat bagi seluruh marga Hutagalung di mana pun berada, tanpa memandang agama atau status sosial,” ujarnya.
Meriah dengan Hadiah dan Hiburan
Acara yang berlangsung hingga malam hari juga dimeriahkan dengan undian hadiah, termasuk hadiah utama berupa sepeda lipat, serta hiburan tarian dan nyanyian. Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, menjadikan Natal kali ini sebagai kenangan manis bagi keluarga besar Hutagalung.
Melalui perayaan ini, keluarga besar Hutagalung tidak hanya merayakan kelahiran Juru Selamat, tetapi juga merajut solidaritas yang lebih erat di antara anggotanya. Sebagaimana tema Natal, mereka diajak untuk bersyukur atas anugerah yang telah diberikan dan semakin kuat dalam kebersamaan. (*)











