NEWS  

Longsornya Rumah Suyetno Dituding Lurah Karena Proyek yang Bermasalah

Share

Siantar, ArmadaBerita.Com

Longsornya rumah milik Suyetno alias Paino (58) dan tiga rumah lainnya yang berada di Jalan Siak Ujung, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, merupakan korban dari proyek yang masih jadi masalah.

Tudingan itu disampaikan langsung oleh Ade, Lurah Martoba saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/2/2023) sore pukul 17.34 WIB melalui telepon seluler.

“Masih jadi masalah itu bang, karena pihak pengembang pembangunan dinding penahanan nggak bertanggung jawab. Makannya sampai sekarang, kondisi longsor masih seperti itu,” katanya.

Ade mengaku, sebelumnya, pihak pengembang proyek yang diketahui bernama Arman Pasaribu sudah beberapa kali dipanggil oleh Kapolsek Siantar Utara, AKP Herlina Damanik.

“Pemanggilan dilakukan agar pihak pengembang dapat melanjutan pengerjaan tembok penahan. Tapi, sampai sekarang pengerjaan tidak selesai juga. Bahkan, pihak pekerja kemaren menghubungi kami bahwa gaji atau upah mereka belum seluruhnya dibayarkan,” ucapnya.

Meski begitu kata Ade, pihaknya tetap melakukan koordinasi kepada atasannya. Yakni terkait apa yang dikeluhkan bagi korban longsor yang sudah tujuh bulan mengalami rasa ketakutan.

“Kita upayakan juga nanti supaya bisa tinggal di tempat yang layak,” kata Ade yang juga mengaku, selama ini pihak dari Kelurahan Martoba sudah memberikan bantuan berupa sembako.

Dikatakan Ade, rumah warga longsor akibat adanya pengorekan tanah. Meski begitu, pihaknya masih menunggu untuk proses selanjutnya. Bahkan, lokasi tanah longsor itu sudah diajukan ke musrembang Kelurahan dan musrembang Kecamatan.

Arman Pasaribu, selaku pemegang proyek penahan tembok ketika dihubungi wartawan mengakui kesalahannya.

“Iya bang, tapi secepatnya akan saya lanjutkan proyek itu,” jawabnya Arman Pasaribu melalui seberang telepon, Sabtu (4/2/2023) sore pukul 17.51 WIB.

Namun, ketika ditanya berapa total keseluruhan anggaran proyek yang sudah dihabiskan? Arman Pasaribu memilih tidak menjawab dan mematikan telepon.

Berita sebelumnya, Suyetno alias Paino (58) hanya bisa menangis, setelah rumah permanen yang ditempatinya diterjang longsor sejak bulan 5 September tahun 2022 lalu.

Tepatnya di Jalan Siak Ujung, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut).

Kepada wartawan, Jumat (3/2/2023) siang pukul 11.30 WIB, Paino mengaku sedih, karena merasa sudah tidak ada perhatian dari pemerintah kota (Pemko) Pematangsiantar untuknya.

Pasca kejadian longsor, Paino mengaku suda berkali-kali mengajukan permohonan untuk dapat solusi. Namun, tidak pernah digubris termasuk dari Lurah Martoba.

“Ponimat mereka ada mengarahkan kami untuk pindah ke tempat yang lebih layak, tapi sampai sekarang belum ada. Setiap malam kami tidur penuh dengan rasa ketakutan,” ucap Paino. (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *