Percut, ArmadaBerita.Com
Seorang pria pengangguran bernama, Rio Syahputra atau ngetrend dengan sapaan Kancil, diburu warga.
Pasalnya, Kancil melarikan kreta seorang warga bernama, Djuliaden Capah (51) warga Jalan Pimpinan, Gang Langgar Padang, Kecamatan Medan Perjuangan, dan berdomisili di Jalan Usman Siddik, Pasar 4, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Tak hanya membawa kabur sepeda motor korban, anak korban bernama, AF yang masih duduk di bangku sekolah SMP juga diancam pria yang memiliki tato di dada dan lengannya itu.
Akibatnya, anak korban ketakutan, orangtua dan warga disana menjadi resh. Atas kejadian itu, korban pun membuat laporan resmi ke Polsek Percut Sei Tuan dengan bukti laporan LP Nomor: STTLP/747/III/2020/SPKT PERCUT.
Dengan laporan itu, selain warga yang memburunya, kini Kancil juga diburon polisi.

Kepada wartawan saat ditemui di Mapolsek Percut, Senin (13/4/2020) pagi, korban mengaku kreta Honda Beat BK 4445 AIU warna hitam miliknya dibawa kabur Kancil, Minggu (29/3/2020) malam lalu.
Saat itu, anak korban (AF) permisi kepada orangtuanya untuk mengunjungi temannya di Jalan Dermais II, Dusun XII, dekat Mushola, Komplek Veteran, Desa Laud Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
“Anak saya permisi habis magrib berangkat ke rumah temannya. Kebetulan gak berapa jauh dari tempat tinggal kami. Lagian, anak sekolah lagi libur,” terang korban, yang kembali datang ke Polsek Percut, guna melengkapi berkas dan saksi.
Namun ketika berada di rumah temannya, sambung orangtua korban yang juga didampingi anaknya itu, seorang pria bernama Rio alias Kancil datang menghampirinya untuk meminjam kreta (motor) korban.
“Si Kancil itu memang sering disitu juga kumpul dekat rumah kawanku, dia memang gak ada kerjanya menurut warga disana. Dia tinggal di rumah neneknya di kawasan Laud Dendang itu. Pas minjam kreta itu, katanya sebentar aja. Aku takut karena dia orang situ dan badannya besar. Kemudian kawannya juga ada disitu malam itu,” timpal, AF, mengurai kejadian yang menimpanya.
Karena terpaksa dan didasari rasa takut, korban akhirnya menyerahkan kunci sepeda motornya. Namun sejak itu, Kancil tak lagi nongol bersama kendaraan korban.
“Kami sudah tanyak ke kawannya yang disitu, tapi gak ada yang mau ngasih tau pelaku dimana. Bahkan dari massangger facebooknya, pelaku mengakui kalau kretanya sedang dipakai untuk merampok. Inikan nambah kecemasan bagi kami,” sambung, ayah korban.
Tak hanya mengakui digunakan untuk merampok, namun lewat Media Sosial (medsos-nya), pelaku sempat mengancam korban yang terus berupaya meminta agar sepeda motornya dikembalikan.
“Anak saya malah diancam mau ditikamnya kalau jumpa karena anak saya mendesak terus. Sampai-sampai anak saya gak berani pulang malam itu karena takut dimarahi akibat kretanya belum kembali. Untunglah anak saya diantar kawannya ke rumah,” imbuh, Capah.

Dikatakannya, akibat ancaman dan penipuan penggelapan itu, warga disana ramai-ramai sempat melakukan pencarian, namun Kancil belum ditemukan.
“Tapi dua hari lalu, anak saya bersama temannya melihat dia berjalan di kawasan Simpang Beo ke arah Lahan Garapan Laud Dendang, tapi anak saya gak berani,” ujarnya.
Selain itu, Djuliaden Capah juga sudah menemui kediaman Kancil di Laud Dendang, namun keluarganya mengaku lepas tangan karena sudah tak tahan atas perbuatan Kancil selama ini.
“Dia tinggal sama neneknya di Laud Dendang, mamaknya katanya berada di Binjai, dan bapaknya sudah meninggal, jadi anak itu terus keluyuran luntang-lantung tiap malam. Tidurnya pun gak jelas entah dimana. Nenek dan ibunya mengaku sudah lepas tangan,” ungkap korban.
Maka dari itu, korban dan warga disana berharap agar Kancil cepat ditangkap dan diproses secara hukum.
“Takutnya kendaraan kami dipakainya terus buat kejahatan dan diperjual belikan. Apalagi yang ditakutkan ada korban-korban lain. Kita lapor polisi karena anak itu juga masih berkeliaran disitu, kami sudah cari tau dan berharap polisi segera menangkapnya,” harapnya. (Nst)











