NEWS  

Jalanan Inti Kota Pematangsiantar Sering Dijadikan Arena Balap Liar

Share

Siantar, ArmadaBerita.Com

Saat malam semakin larut sampai dinihari dan saat warga kota Siantar lelap di pembaringan, sekelompok anak muda bersepeda motor menggunakan knalpot blong nekad menekan gas memecahkan malam, serta melesat kencang agar berada paling depan pada aksi balap liar.

Selain di sekitar inti kota seperti jalan Sutomo Merdeka, para pembalap liar juga menjadikan area Tapioka Jalan Medan, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, seperti sirkuit.

Garis start dan finish, persis berada di depan Pabrik tepung, yakni tempat pemukiman warga. Sekali aksi, ada tiga sampai empat motor rombakan melesat lurus. Kemudian, kembali ke garis finish yang jaraknya kira-kira mencapai empat atau lima kilometer. Aksi mereka kini menuai banyak kecaman.

Selain mengundang maut bagi para pembalap itu sendiri, kehadiran mereka juga dapat mengganggu kenyamanan bagi orang banyak. Tapi, tidak sedikit yang menonton bertepuk tangan, sehingga pembalap seperti sipanggaron. Bahkan mereka paling merasa butuh banyak pengakuan.

Bolon (44), warga Jalan Medan yang nyaris tidak pernah melewatkan aksi balap liar itu mengatakan, sering pulang kerja dengan penuh rasa ketakutan. Dia takut kena tabrak saat aksi balapan berlangsung. Terutama di saat malam minggu, aksi mereka dikatakan mengundang masa.

“Orang itu (pembalap) kayak punya nyawa serap. Saat mereka balapan, kami sebenarnya yang paling ketakutan. Kalau lah kami yang ditabrak, pasti mereka kabur. Setiap malam minggu mau pulang, mereka ramai disana,” papar Bolon, Jumat (17/2/2023) sore pukul 17.45 WIB.

Para pembalap itu kata Bolon, ada pelajar dan masyarakat umum. Tapi kebanyakan warga asal Kabupaten Simalungun. Mereka berdatangan ke aksi balapan secara bergerombol, menggunakan knalpot yang memekakkan telinga.

Sebelumnya, saat Polisi pernah datang ke lokasi lanjut Bolon yang resah akan hal itu, para pembalap bubar. Setelah satu jam kemudian, para pembalap kembali memadati lokasi, sehingga aksi mereka dikatakan seperti kucing-kucingan. Sementara, warga sekitar mengaku terusik dengan balap liar tersebut.

“Suara knalpot memekakkan telinga, kalau ada kecelakaan, polisi menjadikan warga sebagai saksi karena lokasinya dekat sama kita. Polisi pun pastinya minta keterangan dari kita. Pokoknya, pembalap itu seperti tak ada kapoknya,” ujar Bolon berharap Satlantas Polres Siantar segera merazia.

Saat ini, salah satu upaya yang dilakukan Polisi adalah menerjunkan Tim Blue Light untuk memburu pembalap liar. Hal ini dikatakan Kasih Humas Polres Siantar AKP Rusdi Ahya ketika dikonfirmasi wartawa terkait maraknya aksi balapan liar di Jalan Medan, Tapioka.

“Untuk mengantisipasi aksi balap liar, kita punya tim Blue Light Patrol yang juga untuk mengantisipasi tindak kejahatan lain di jalan. Nanti kita koordinasi lagi sama pihak Satlantas untuk melakukan razia,” kata AKP Rusdi Ahya singkat melalui telepon seluler. (Hay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *