NEWS  

Investasi Apresiasi dan Penghargaan untuk Prestasi Luar Biasa: Tantangan Bagi Pemerintah Indonesia

Share

Prestasi olahraga bukan hanya sekadar catatan medali atau gelar juara. Ia merentang jauh melampaui itu, mencakup semangat, tekad, dan dedikasi luar biasa yang tertanam di setiap serpihan keringat atlet dan pelatih.

Di panggung dunia, Indonesia telah meraih keberhasilan melalui Special Olympics World Summer Games (SOWSG) di Berlin pada Juni 2023. Sebuah kebanggaan yang tak terbantahkan, namun sayangnya, setelah dua pekan kegiatan olahraga bergengsi itu berlalu, sering terlupakan pula dalam sorotan bonus dan penghargaan.

Tadi pagi pelantikan Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (SOIna) periode 2023-2027, para pengurus di seluruh Indonesia berdiri di depan tanggung jawab besar. Menjadi tuan rumah SOWSG 2027 adalah tantangan berat yang mengharuskan persiapan matang semenjak sekarang.

Atlet SOIna berprestasi di Jerman

Pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), perlu menyadari bahwa menghargai atlet dan pelatih SOIna adalah langkah nyata mendukung inklusi dalam olahraga.

Dalam suasana pengukuhan pengurus baru, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyinggung pentingnya menyamakan bonus atlet Special Olympics dengan National Paralympics Committee (NPC).

Kesetaraan ini menjadi suara bagi atlet dan pelatih, mengingatkan bahwa setiap pencapaian adalah bentuk perjuangan yang layak dihargai.

Keberhasilan SOIna, terutama dalam cabang olahraga bulutangkis yang menghasilkan  empat medali emas. Total raihan prestasi atlet SOIna di kompetisi bergengsi ini adalah  menyabet 10 medali emas, lima perak dan delapan perunggu (yang diraih oleh 22 atlet, 3 partner, 12 pelatih).

Prestasi yang diraih di kompetisi SOWSG Berlin adalah cerminan keteguhan semangat dan kerja keras para atlet yang terlatih di PB. Djarum Kudus. Mereka rela berkorban meninggal keluarga untuk bisa intensif berlatih selama 2 bulan penuh hingga bertanding di Berlin dan pulang ke tanah air dengan membawa harum nama bangsa Indonesia.

Berprestasi di Jerman, tapi kurang diapresiasi di tanah air

Sayangnya, hingga saat ini, pemerintah belum memberikan apresiasi setimpal atas pencapaian tersebut. Bagi atlet dan pelatih, kata-kata penghormatan dan bonus adalah sejumput mimpi yang belum terealisasi.

Tidak dapat diabaikan bahwa penghargaan dan bonus bukan sekadar angka dalam rekening, melainkan simbol kesetaraan dan pengakuan atas dedikasi para atlet dan pelatih. Apresiasi ini tidak hanya memotivasi, tetapi juga memperkokoh semangat juang mereka untuk terus berkarya dan membanggakan tanah air.

Provinsi-provinsi lain jelas telah memberikan apresiasi, namun, di Sumatera Utara tampaknya masih minim perhatian. Sosialisasi dan kepedulian dari pemerintah daerah dan pusat adalah kunci untuk menegakkan keadilan dan menyatukan suara para atlet dan pelatih di seluruh Indonesia.

Atlet SOIna saat di Jerman. Pulang dengan membawa medali emas

Dalam momen ini, saya mendorong pemerintah daerah dan pusat, khususnya Kemenpora, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Berikan bonus dan apresiasi yang setimpal kepada atlet dan pelatih SOIna.

Jadikan ini sebagai bukti konkret bahwa Indonesia menghargai upaya mereka dalam mengangkat nama harum di dunia olahraga. Dengan tindakan nyata ini, kita tidak hanya merayakan kemenangan bersama, tetapi juga membentuk inspirasi bagi generasi penerus.

Kolase foto atlet Soina

Apresiasi adalah investasi dalam masa depan olahraga inklusif dan menjadi pionir dalam mewujudkan mimpi bersama. Mari bangun negeri ini, satu apresiasi untuk setiap serpihan prestasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *