Medan, ArmadaBerita.Com
Dihari raya Idul Adha 1441 Hijiriah bertepatan dengan tanggal 31 Juli 2020 Masehi, Kenaziran Mesjid Al-Hikmah bekerja sama dengan panitia kurban, sembelih 19 ekor hewan kurban, terdiri dari 9 ekor lembu dan 10 ekor kambing.
Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri secara berjamaah, masyarakat Jalan Kiwi, berbondong-bondong mendatangi lokasi pemotongan hewan kurban yang tak jauh dari Mesjid Al-Hikmah.
Ketua BKM Al-Hikmah, Supriadi, warga Jalan Kiwi, Gang I pada armadaberita.com mengatakan bahwa untuk tahun ini, badan Kenaziran Mesjid Al-Hikmah menyembelih 19 ekor hewan kurban.
“Alhamdulillah untuk tahun ini Badan Kenaziran Mesjid Al-Hikmah, Jalan Kiei, Kelurahan Sei Sekambing B, Kecamatan Medan Sunggal, pada tahun 1441 H/ bertepatan pada tanggal 31 Agustus 2020 menyembelih 9 ekor lembu dan 10 ekor kambing, dan insya Allah, setelah selesai Sholat Juma’at akan kita bagikan kepada warga masyarakat, ada sebanyak 350 kupon dan dagingnya juga akan kita bagikan kepada masyarakat yang berkurban pada tahun ini, harapan saya kedepanya, kami doakan agar semua masyarakat mendapatkan rezeki dan bisa lebih banyak lagi masyarakat yang berkurban hingga bisa lebih banyak lagi jumlah masyarakat yang bisa kita berikan daging kurban”,ucap Supriadi.

Peristiwa kurban ini dikisahkan pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi. Melalui mimpinya tersebut, ia diperintahkan untuk menyembelih putra kesayangannya. Ibrahim pun menjadi teramat sedih.
Bayangkan saja, anak yang sudah dinanti-nantikan kehadirannya sekian lama, harus disembelih oleh tangannya sendiri. Sungguh berat ujian yang diterima Ibrahim.
Namun bagaimana pun, perihal mimpi itu tetap diceritakan Nabi Ibrahim kepada sang anak. Lalu Ibrahim menanyakan bagaimana pendapat Ismail.
Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah. Untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan anak, beliau tidak serta merta ‘main’ perintah. Ia bahkan meminta pendapat si anak lebih dulu.
“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” (QS. As-Saffat: Ayat 102).

Respon yang diberikan Ismail pun sungguh di luar dugaan. Ia menerima perintah tersebut dengan rela hati. Hal ini menandakan kesabaran dan ketabahan serta ketaatan Ismail sebagai seorang anak Sholeh.
Tentang kesabaran Ismail ini, Allah memujinya dalam Al Quran.
Maka tibalah saat yang ditentukan untuk melaksanakan penyembelihan. Ismail pun dibaringkan. Dengan mata basah berlinang air mata, Ibrahim memegang pedang yang sudah disiapkan. Saat pedang itu akan diayunkan keleher Ismail, Allah SWT secepat kilat menggantinya dengan seekor qibas. ( Suriyanto )