NEWS  

Cekcok Pasutri di Jalanan Berujung Maut, Istri dan Anak Penuh Luka Bacok, Suami Sekarat Dimassa

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Tragedi mengenaskan diawali cekcok mulut antara pasangan suami istri (Pasutri) di jalanan membuat para penggunaan jalan dan warga di Jalan Mandala By Pass Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung, jadi geger.

Pasalnya, sang suami mengamuk sejadinya. Luapan emosi itu tak terbendung dan mengakibatkan istrinya tewas ditebas parang. Sedangkan dua anak mereka turut jadi korban dengan mengalami luka bacokan.

Pembunuhan itu terjadi di Jalan Mandala By Pasa pada Sabtu (21/10/2022) sekira pukul 23.30 WIB.

Istri yang tewas bernama, Nurmaya Santi Siregar (28) pekerja pembersih bulu Walet. Salsa (1,5 tahun), anak korban menderita luka sayatan di bagian kepala sebelah kiri dan mendapat 16 jahitan, kemudian siku sebelah kiri 5 jahitan.

Pelakunya tak lain adalah suami korban yang bernama, Indra Syahputra (34) warga Jalan Asrama Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Helvetia. Pria yang bekerja sebagai penarik becak bermotor (Betor) ini pun kritis akibat diamuk massa.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu A. Albar ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/10/2022) petang, menjelaskan bahwa pemicu pertengkaran pasutri ini karena sang istri enggan diajak rujuk lagi oleh pelaku.

“Jadi selama sekitar seminggu ini mereka sudah pisah rumah. Si istri nyewa rumah di Gang Padang. Selama ini katanya mereka tinggal di daerah Polonia Medan. Jadi, si istri diajak balikan tapi nggak mau,” terangnya.

Hingga tragedi pembunuhan itu pun terjadi saat sang istri hendak menjemput kedua anaknya dari rumah tempat penitipan anak yang merupakan teman korban di kawasan Desa Sampali. Namun salah satu anak korban telah diambil oleh pelaku.

“Selama ini kalau istrinya kerja anaknya dititipkan tempat temannya. Rupanya satu anak mereka diambil suaminya sehingga istrinya menlefon agak mengembalikan anaknya,” sebut Albar.

Hingga keduanya sepakat bertemu di Jalan William Iskandar, tepatnya di depan Pos Lantas Polsek Percut Sei Tuan (depan pasar bengkok). Pelaku mengendarai betornya dan di boncengan salah satu anak mereka. Sedangkan sang istri bersama seorang anak mereka juga dan ikut temannya bernama, Maysarah alias Era. Sedangkan Betor mereka dikemudiakan Hasrat Utama suami dari Era yang juga dikenali korban.

Di kawasan Pasar Bengkok itu, keduanya terlibat cekcok mulut. Korban tak mau diajak balikan oleh suaminya, namun pelaku bersikerah mempertahankan salah satu anaknya. “Dari keterangan saksi, suaminya minta ditunjukan tempat tinggal korban, korban setuju karena suaminya mengaku akan mengantarkan anaknya langsung ke rumah kontrakan mereka agar suaminya tau tempat tinggal mereka. Rupanya pas di jalan, korban menyuruh betornya ngebut, jadi suaminya marah dan langsung menabrakkan betornya ke Betor yang ditumpangi korban,” beber Iptu Albar.

Tak sampai disitu, korban lantas jadi gelap mata. Ia langsung mengambil parang yang disimpan di betornya dan menghujamkan ke istrinya yang berada di tumpangan Betor.

“Akibat dibacok bertubi-tubi, korban Maya Siregar mengalami luka bacok pada bagian kepala, pipi kiri, leher sebelah kanan dan kiri bagian belakang hingga meninggal dunia. Dan anak mereka Salsah mengalami luka sayatan pada bagian Siku tangan sebelah kiri, kepala bagian samping sebelah kiri. Sementara anak mereka yang satu lagi tertidur di Betor pelaku,” jelas Albar.

Tentunya aksi keji itu banyak dilihat warga dan pengguna jalan. Masyarakat yang berupaya melerai, bilang Iptu Albar, malah diancam orang oleh pelaku. Tek pelak aksi itu membuat warga geram hingga menghakimi pelaku.

“Saat itu kondisi pelaku tak sadarkan diri dan dibawa ke RS Bahayangkara Medan. Begitu juga dengan jasad istrinya,” ungkap Albar.

Kejadian itu, kata Iptu Albar, juga disaksikan Ari Permana yang menemani istrinya Maysarah alias Ela untuk menemani mereka dengan mengendarai sepeda motor mengikuti Betor yang ditumpangi korban dan Ela.

“Para saksi melihat korban dan tersangka cekcok mulut lalu di depan kantor Pos Lantas sampai tersangka menabrak becaknya ke becak yang ditumpangi korban di Jalan Mandala By Pas dan disitu tersangka mengambil parang dan langsung membacok korban dengan membabi-buta,” jelasnya.

Dari kejadian itu, pihak Kepolisian Polsek Percut Sei Tuan telah mengamankan pelaku dan barang buktinya berupa 2 unit Becak bermotor dan 1 bilang Parang. “Saat ini kita masih menunggu tersangka sadar dari rumah sakit,” pungkasnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *