NEWS  

Banyak Didatangi Dermawan, Zunaidi Rahman Beserta 5 Anaknya Pindah Rumah

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Setelah kisah keluarga dan kelima anaknya sempat viral di media sosial, Evarianti Boru Ritonga (34) dan Zunaidi Rahman (38), beserta 5 anaknya menghilang dari rumah yang ditumpangi mereka di Jalan Tuba/ Perjuangan, Gang Mesjid, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai.

Sayangnya, tak satu warga disitu yang mengetahui alasan kepindahan keluarga yang viral karena dipostibg oleh seseorang menggambarkan kondisi keluarga yang kekurangan makan hingga harus diusir dari kontrakannya yang masih berada dikawasan itu.

Saat disambangi wartawan, Senin (27/4/200) siang, terlihat rumah milik Toni yang ditumpangi Zunaidi Rahman beserta istri dan kelima anaknya (sebelum pindah dari kontrakannya), itu sudah sepi.

Kondisi rumah kedua yang ditumpanginya terlihat sepi dan seluruh jendela terbuka, kemudian pagar rumah itu juga terlihat terbuka lebar. Warga mengetahui keluarga tersebut pindah, namun tak tau kemana.

“Tadi malam mereka pindahnya, tapi gak tau kemana pindahnya,” kata, Iyem (60), tetangga rumah yang sempat ditumpangi, Zunaidi Rahman beserta keluarganya, saat ditanyai wartawan di rumahnya, Senin (27/4/2020) siang.

Bersama anak perempuannya serta tetangga lain disana, Iyem mengaku bahwa sejak informasi kelima anak Zunaidi Rahman viral dimedsos karena tidak makan, para dermawan silih berganti datang berbondong-bondong menemuinya.

“Padahal pemilik rumah kedua yang mereka tempati gak ada mengusir. Tapi mereka tadi malam pindah. Mereka baru dua hari tinggal disitu sebagai tetangga kami. Kami pun taunya setelah mereka viral. Kami gak tau kalau mereka sampai kesusahan makan,” tutur Iyem.

Suratni (50), tetangga lain disitu mengatakan, pasutri dan kelima anaknya itu pindah sekitar, Senin dini hari tadi, dengan menumpangi dua becak bermotor (Betor), sekaligus untuk mengangkut barang-barang bawaannya dan sembako pemberian para dermawan.

“Mereka pergi tengah malam gitu naik dua becak. Kami pun heran kenapa pindah. Yang jelas sejak mereka viral, bantuan terus berdatangan,” kata, Suratni.

Menurut Suratni, pasutri itu baru dua hari menempati rumah kosong itu. Rumah itu mau dijual pemiliknya dan pemiliknya sudah tinggal di Kalimantan. Karena mereka diusir dari kontrakannya, warga disitu menyuruhnya untuk tinggal di rumah itu.

“Selama dua hari disitu, mereka (pasutri) meninggalkan anak-anaknya dari pagi sampai malam. Karena merasa kasihan, beberapa warga pun memberikan beras dan membeli nasi kepada anak-anaknya. Kami heran mereka baru tinggal dua hari disini langsung ramai orang-orang memberikan bantuan, sementara masih banyak warga yang tinggal di Gang Mesjid ini yang layak diberikan bantuan,” beber Suratni yang mengaku sebagai janda 8 orang anak.

Selain warga sekitar, Camat Medan Denai, Ali Sipahutar yang sempat datang mengunjungi keluarga tersebut juga mengaku tak mengetahui kemana keluarga tersebut pindah. Bahkan ketika ditanya terkait adanya intervensi pihak Kecamatan atas pindahnya pasutri dan kelima anaknya itu, ditampik keras sang Camat.

“Itu nggak benar. Saya sudah carikan rumah kontrak untuknya, malah dia lari pula,” aku Ali Sipahutar melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Hingga berita ini dimuat, pasangan suami istri bersama anaknya itu tidak diketahui keberadaannya.

Padahal, setelah viral di media sosial Facebook (Medsos FB) pada Sabtu (25/4/2020) kemarin, bantuan beberapa elemen masyarakat termaksud para jurnalis di Medan dari Pewarta Polrestabes Medan, datang mengunjungi pasutri dan kelima anaknya untuk memberikan sembako serta santunan berapa uang.

Sejak saat itu, para dermawan berbagai kalangan turut hadir ikut memberikan bantuan. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *