Sampah Sayur Disulap Jadi Pupuk, Ibu PKK Denai Kuala Kini Bisa Tambah Penghasilan

Berkat pendampingan Tim PKM LPPM Universitas Negeri Medan (Unimed), Ibu-ibu rumah tangga di Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, kini terampil 'menyulap' limbah sayur rumahan menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman sekaligus menambah penghasilan. 
Share

Armadaberita.com | Deli Serdang – Sampah dapur yang selama ini hanya dibuang percuma, kini berubah jadi sumber rezeki baru bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu. Berkat pendampingan Tim PKM LPPM Universitas Negeri Medan (Unimed), limbah sayur keluarga kini diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman sekaligus menambah penghasilan.

Program ini menyasar kelompok ibu PKK yang sehari-hari akrab dengan sayuran sisa masakan. Daripada terbuang ke tong sampah, para ibu diajarkan cara mengolahnya menjadi pupuk ramah lingkungan. Hasilnya tidak hanya bisa dipakai untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga dijual untuk menambah pemasukan keluarga.

Ketua Tim PKM Unimed, Dr. Sudirman, SE, M.Pd, menjelaskan kegiatan ini digagas untuk memberdayakan perempuan desa agar lebih mandiri secara ekonomi. Dengan keterampilan baru ini, para ibu rumah tangga diharapkan mampu membuka peluang usaha, sekaligus membantu mengurangi masalah sampah organik di desa.

Kegiatan yang berlangsung sejak April hingga Juni 2025 ini disambut hangat oleh Kepala Desa Denai Kuala, Ketua PKK, hingga organisasi perempuan HAPSARI. Bahkan di akhir kegiatan, Tim PKM Unimed menyerahkan peralatan pengolahan limbah sayur kepada kelompok ibu PKK agar program bisa terus berjalan.

Berkat pendampingan Tim PKM LPPM Universitas Negeri Medan (Unimed), Ibu-ibu rumah tangga di Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, kini terampil ‘menyulap’ limbah sayur rumahan menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman sekaligus menambah penghasilan.

“Program ini bukan hanya soal pupuk, tapi juga membuka jalan bagi ibu-ibu untuk ikut menggerakkan ekonomi keluarga dan desa,” kata Ketua HAPSARI, Sri Rahayu.

Masyarakat berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga Desa Denai Kuala bisa menjadi contoh sukses pengelolaan limbah rumah tangga menjadi peluang usaha yang bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *