Sumut Kirim 1,050 Ton Cabai Merah ke Kaltim, Gubernur Bobby: KAD Jaga Keseimbangan Pasar dan Harga

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melepas pengiriman Komoditas Cabai Merah Tahap 3 di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melepas pengiriman 1,050 ton cabai merah dari Kabupaten Karo, Sumut ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Palangkaraya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kerja sama antardaerah (KAD) guna menjaga keseimbangan pasar antara daerah surplus dan defisit.

Pelepasan dilakukan di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (22/4/2026). Program ini tidak hanya difokuskan pada distribusi komoditas, tetapi juga sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.

Bobby menegaskan, KAD harus menjadi program unggulan bagi pemerintah daerah. Dengan semakin banyaknya kabupaten/kota yang terlibat, ia meminta agar daerah yang telah berkomitmen dalam kerja sama ini diprioritaskan.

“Tolong jadikan KAD ini sebagai salah satu program unggulan. Kalau sudah banyak kabupaten/kota yang menjalin kerja sama antardaerah, maka prioritaskan daerah yang telah membuat komitmen KAD,” ujarnya.

Pemprov Sumut menargetkan pelaksanaan KAD di 12 kabupaten/kota pada tahun ini. Bobby optimistis program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

“Ini terobosan yang sangat membantu petani. Yang kami lakukan ini murni untuk kesejahteraan mereka,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen antara pemerintah daerah dan petani agar distribusi berjalan lancar, harga di tingkat petani tetap terjaga, serta pasokan di daerah tujuan tetap aman. Bobby memastikan pengiriman ini tidak akan mengganggu ketersediaan cabai merah di Sumut, terutama setelah melewati periode hari besar keagamaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, menyampaikan bahwa kerja sama dengan daerah tujuan baru dimulai tahun ini. Pengiriman 1,050 ton cabai merah dilakukan dalam tiga tahap.

Menurutnya, KAD sangat membantu petani, terutama saat harga sempat anjlok hingga Rp9.000 per kilogram. Setelah adanya kerja sama ini, harga perlahan naik hingga mencapai Rp25.000 per kilogram.

Kabupaten Karo sendiri merupakan salah satu sentra produksi cabai merah di Sumut dengan luas lahan sekitar 4.000 hektare. Selain ke Kalimantan Timur, distribusi juga dilakukan ke sejumlah daerah lain seperti Sumatera Barat dan Riau.

Ketua Gapoktan Terpuk Sisiwa, Pedoman Ginting, menilai kerja sama antardaerah menjadi solusi efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Ia menyebutkan, gapoktan yang dipimpinnya terdiri dari 13 kelompok tani dengan kapasitas produksi mencapai 3–4 ton per hari.

“Setelah adanya KAD, harga cabai merah berangsur naik dari Rp9.000 menjadi Rp18.000, hingga terakhir Rp25.000 per kilogram. Untuk kesepakatan dengan daerah tujuan, kami menetapkan Rp21.000 per kilogram, sementara HPP di Karo sekitar Rp18.000. Harga tersebut masih memberikan keuntungan bagi petani,” ungkap Pedoman Ginting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *