EKBIS  

Sumut Berhasil Keluar dari Zona Kontraksi Sejak Awal Pandemi di Triwulan II

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Dampak pandemi Covid-19 masih terus diwaspadai karena menciptakan ketidakpastian yang sangat tinggi terhadap ekonomi. Adanya ancaman Covid-19 varian delta, disrupsi rantai pasokan, hingga kelangkaan energi menjadi risiko global yang kita hadapi bersama.

Hal ini turut berdampak pada ekonomi domestik melalui sisi permintaan yang tercermin pada indikator konsumsi dan investasi baik oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Demikian dipaparkan, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (BI Sumut), Soekowardojo saat menghadiri puncak acara 2nd Sumatranomics 2021 yang dilakukan secara hybrid, dengan pelaksanaan secara luring bertempat di Grand Ballroom Grand City Hall, Medan serta pelaksanaan daring yang disiarkan langsung melalui Zoom dan Youtube, Jum’at (29/10/2021) pagi.

Di tengah risiko tersebut, jelas Soekowardojo, berbagai stimulus diberikan pemerintah dalam upaya mendorong pemulihan perekonomian Indonesia. Selain itu, program vaksinasi yang terus dengan giat dilakukan oleh pemerintah saat ini menjadi salah satu faktor penting atau game changer dalam mendorong pemulihan ekonomi sehingga secara gradual dapat mendorong pergerakan ekonomi baik dari sisi konsumsi, investasi, dan ekspor.

“Secara keseluruhan, Bank Indonesia terus berusaha mengoptimalkan sinergi bauran kebijakan dalam rangka mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut melalui transmisi kebijakan,” jelasnya.

Bahkan, papa Soekowardojo, ekonomi seluruh provinsi di regional Sumatera mencatat perbaikan kinerja pada triwulan II 2021 dan berhasil keluar dari zona kontraksi sejak awal pandemi pada triwulan II 2020. “Perbaikan didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha (LU) utama,” tuturnya.

Untuk perekonomian Sumatera di periode triwulan III 2021, dari sisi permintaan, survei konsumen mengonfirmasi bahwa konsumsi RT diprakirakan tumbuh melambat seiring PPKM Darurat dan normalisasi permintaan pasca HBKN Idul Fitri.

Dari sisi lapangan usaha, survei liaison, SKDU, dan Survei Penjualan Eceran mengindikasikan kinerja seluruh sektor utama tumbuh lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Sedangkan kinerja investasi pada beberapa lapangan usaha utama diperkirakan masih tumbuh pada triwulan III 2021, utamanya pada sektor pertambangan dan industri pengolahan.

“Perkembangan investasi pada triwulan III 2021 tersebut, turut didukung oleh sentimen positif pelaku usaha pasca sosialisasi implementasi Undang-Undang Cipta Kerja yang telah dilakukan,” imbuhnya.

Berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia diprakirakan masih mampu menopang kinerja ekspor. Permintaan yang masih tinggi seiring dengan harga komoditas yang terus naik mendukung perbaikan kinerja ekspor Sumatera Utara.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, lanjut Kepala BI Sumut, ekonomi Sumatera pada keseluruhan tahun 2021 akan tumbuh di atas perkiraaan sebelumnya, didorong tingginya permintaan ekspor negara mitra dagang seiring perbaikan ekonomi global.

“Sedangkan inflasi Sumatera pada tahun 2021 diperkirakan meningkat dari tahun 2020. Tekanan inflasi diprakirakan bersumber dari meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang HBKN (hari besar keagamaan),” pungkas Soekowardojo. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *