Medan, ArmadaBerita.Com
Agar mengenalkan peran dan kebijakan dalam mendukung program UMKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar media briefing bersama awak pers melalui zoom meeting.
Achmad Buchori, Advisor Strategic Committee OJK sekaligus Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM menjadi narasumber utama pada kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 WIB, Jum’at (4/2/2022) sore.
OJK membagikan update program serta dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui tiga ekosistem yang terintegrasi berbasis digital, diantaranya pertama, pembiayaan meliputi P2P Lending, Security Crowfunding, BWM Digital, Digiku, KUR Digital, dan Kredit Melawan Rentenir.
Kedua, pembinaan/pendampingan UMKM meliputi pendampingan oleh industri jasa keuangan, program kampus UMKM bersama, peningkatan literasi digital dan onboarding UMKM. Ketiga, pemasaran meliputi UMKM MU dan kerja sama dengan e-commerce.
Buchori menegaskan, OJK akan memperluas akses keuangan bagi para pelaku UMKM di Indonesia. “Lewat Security Crowfunding/SCF sebagai alternatif sumber pendanaan yang cepat, murah, dan mudah bagi kalangan muda juga UMKM yang belum bankable untuk mengembangkan usahanya,” ucapnya kepada 91 awak media yang mengikuti media briefing tersebut.
Buchori turut menyampaikan pesan dari Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK, bahwa OJK dan Industri Jasa Keuangan berkomitmen mendukung UMKM dan program Gernas BBI melalui berbagai aktivitas berupa pembinaan, pendampingan, dan pembiayaan UMKM.
“Kalau kemarin OJK belum terlalu terlihat perannya terhadap UMKM, namun ketika mengeluarkan kebijakan Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) diharapkan mendukung akselerasi digitalisasi UMKM,” tandasnya.
Di akhir sesi, OJK kembali berkomitmen untuk meningkatkan porsi pembiayaan UMKM sebesar 30 persen pada tahun 2024 melalui program kolabolatif dan terintegrasi berbasis digital. (Audry)











