Medan, ArmadaBerita.Com
Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok saat menjelang jari besar keagamaan (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri Pj Gubernur Sumut (Gubsu) mendorong seluruh Bupati, Walikota, dan Pimpinan OPD secara aktif melaksanakan 9 arahan Menteri Dalam Negeri (Mencari) dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idulfitri 2024.
Ke 9 arahan tersebut yakni, Pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, Rapat teknis tim pengendalian inflasi daerah, Menjaga pasokan dan barang pokok penting, Perencanaan gerakan menanam.
Kemudian, Melaksanakan operasi pasar murah, Sidak ke pasar distributor agar tidak menahan barang, Berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, Merealisasikan BTT untuk dukungan pengendalian inflasi dan, Memberikan bantuan transportasi dari APBD.
Dalam pertemuan ini, Hassanudin juga mendorong dan menugaskan seluruh Bupati/Walikota serta kepala OPD terkait untuk mengoptimalisasi peran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam memonitoring perkembangan berbagai program elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ET PD).
“Tidak hanya dari Sisi belanja daerah tetapi juga penerimaan daerah,” sebut Pj Gubernur Sumut Hassanudin.
Dikatakannya, penerimaan daerah berupa pajak dan retribusi yang semula masih diterima secara tunai dapat segera dilakukan transformasi menjadi non tunai dalam rangka good governance. Hadirnya TP2DD tentunya untuk menjamin kebermanfaatan program elektronifikasi transaksi Pemda agar bermanfaat bagi ekonomi dan masyarakat melalui peningkatan pendapatan asli daerah.
Dalam HLM T PID dan TP2DD kali ini turut diselenggarakan Capacity Building dengan mengundang pemateri dari Kementerian Perekonomian RI diantaranya, Andriansyah selaku Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, dan Puji Gunawan selaku Asisten Deputi Perekonomian Daerah dan Sektor Riil.
Semetara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut (Bi Sumut), IGP Wira Kusuma yang memaparkan langkah pengendalian inflasi menjelang HBKN dan percepatan TP2DD di Sumut menyampaikan bahwa berdasarkan historis, perkembangan inflasi menunjukkan kecenderungan meningkat pada saat menjelang dan saat periode Ramadhan dan Idul Fitri 2024.
Wira menyebut, komoditas pendorong inflasi pada periode tersebut bervariasi, namun didominasi komoditas pangan dan komoditas administered prices. “Oleh karena itu, perlu diwaspadai terhadap kenaikan harga daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras serta tarif angkutan udara akibat tingginya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” sebutnya.
Selain itu, kata IGP Wira Kusuma, harga komoditas beras diprakirakan akan tetap menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi hingga musim panen tiba pada akhir Maret/awal April 2024 mendatang.
Dalam rangka monitoring dan evaluasi strategi pengendalian inflasi Sumatera Utara, sambung Wira Kusuma, dapat dilakukan melalui pemetaan strategi pengendalian inflasi 4K di Sumatera Utara seperti mengoptimalkan anggaran (BTT dan dana dekon).
Selain itu untuk gerakan pangan murah, implementasi sistem deteksi dini (early warning system), optimalisasi pasar murah melalui pasar murah keliling, melaksanakan kampanye belanja bijak untuk menjaga ekspektasi inflasi, dan pemberian subsidi ongkos angkut distribusi pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurut Wira, pengendalian inflasi juga perlu didukung dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan juga optimalisasi penggunaan anggaran fiskal yang efektif dan tepat sasaran, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien.
“Perkembangan Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Sumut khususnya ketersediaan kanal non tunai pada transaksi Penerimaaan Asli Daerah telah menunjukkan angka optimal (99 persen non tunai),” jelasnya.
Wira juga menyampaikan bahwa untuk tindak lanjut jangka panjang dilakukan melalui penguatan ekosistem digital pemda termasuk pemutakhiran dan integrasi data. (ASN)











