EKBIS  

Investasi yang Benar dan Cerdas Mampu Mengalahkan Inflasi

Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, M. Pintor Nasution. (ASN)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara, M. Pintor Nasution mengemukakan, inflasi yang saat ini menerpa beberapa negara termasuk Indonesia seharusnya mampu dihadapi dengan baik apabila masyarakat mampu berinvestasi dengan benar dan cerdas.

Kenapa kita harus berinvestasi, kata Pintor, sebab nilai barang itu terus mengalami kenaikan (inflasi). Sedangkan nilai tukar kita (Rupiah) turun terus dan manfaat yang kita terima juga turun terus.

“Kalau kita nggak memulai berinvestasi, mata uang yang kita terima akan tergerus sama inflasi. Makanya harus investasi. Investasi yang benar, cerdas, itu harusnya bisa mengalahkan inflasi. Ini konsep yang benar,” tegas Pintor dalam kegiatan Sosialisasi Waspada Investasi Ilegal yang diselenggarakan OJK dan Tim Satgas Waspada Investasi di Hotel Aryaduta Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No. 8 Medan, Kamis (17/11/2022).

Maka dari itu, ia mengajak untuk berinvestasi, dan dilakukan sejak dini khususnya bagi kaum milenial. Namun, Pintor menyayangkan generasi milenial sekarang cenderung berperilaku instan untuk memperoleh sesuatu.

Ia mencontohkan bahwa uang Rp 10 ribu di tahun 2012 masih bisa membeli 6 mie instan. Namun di 2012 hanya bisa memperoleh 5 mie instan dan seterusnya di 2022 hanya memperoleh 3 mie instan dengan uang yang sama. “Maka dari itu diperlukannya investasi dengan cerdas,” bilangnya.

Beda lagi dengan menabung. Kata Pintor, menabung itu adalah simpan pinjam. Menabung itu ada pada dunia perbankan. Menabung dikenakan biaya simpan. Transaksinya setor atau tarik, simpan atau pinjam dan tempat transaksinya perbankan. “Sedangkan investasi itu mengelola aset/harta, sehingga aset/harta tersebut dapat menghasilkan di kemudian hari. Investasi ada di kita, Pasar Modal,” jelasnya.

Dicontohkannya, dengan menyimpan atau menabung uang Rp 1 juta selama 20 tahun, itu hanya memperoleh Rp 3.180 ribu (hitungan sama-sama tanpa potongan). Akan tetapi, menginvestasikan uang Rp 1 juta dengan bener selama 20 tahun, uang itu bisa mencapai Rp 231.800.000. “Tapi harus disiplin dan cerdas menginvestasikan uang itu ke prodak yang bener (legal) uang itu setiap tahunnya 1 juta dan jadi 231.800.000 dan nggak ada yang instan dan memang harus disiplin,” ujarnya.

Pilar lain yang jadi bagiannya, beber Pintor, adalah Pasar Modal. “Pasar Modal juga adalah pilar industri keuangan kita regulatornya. Di pasar modal sensiri juga ada 3 legilator. Ada Bursa Efek Indonesia, itu saya, ada Kliring Penjamin Efek Indonesia (iDClear), dan ada namanya Kutodian Sentral Efek Indonesia (Ksei).

“Nah, produk yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia itu berupa; Saham, Obligasi, Reksadan/ETF, serta produk lainnya. BEI itu ibarat seperti gedung Mal (pengelola gedung). Jadi kalau mau belanja itu gak bisa ke Mal, tapi ke toko-toko di dalamnya yang disewakan. Kita hanya bisa arahkan toko-toko itu yang merupakan perusahan Sekuritas. Yaang di per jual kan itu prodak-prodaknya, ada Saham, Obligasi, Reksadana,” terangnya.

Pun begitu, Pintor terus menekankan agar kita mewaspadai tawaran-tawaran investasi ilegal. Diantaranya investasi yang menawarkan pasti untung tinggi dalam jangka pendek, penawaran investasi dengan memaksa atau dengan bujuk rayu, investasi dengan modus replika atau berkedok MLM, hingga penawaran investasi dari perusahan yang tak jelas atau tak berizin.

“Pastinya juga harus kita cek kebenarannya ke OJK dan melalui nomor kontak 157,” pungkas Pintor. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *