Medan, ArmadaBerita.Com
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara (BI Sumut) menargetkan masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) menggunakan pembayaran nontunai melalui QRIS hingga mencapai 15 juta user baru.
“Perluasan QRIS kini difokuskan untuk mendorong penggunaan dari sisi konsumen,” kata Kepala BI Sumut, Soekowardojo yang telah memasuki masa purna didampingi penggantinya, Doddy Zulverdi kepada wartawan saat berlangsung Bincang-bincang Bareng Media (BBM) secara ofline maupun online, Senin (31/1/2022) siang.
Soekowardojo menyebut, Program 15 juta user QRIS diharapkan dapat mendorong akseptasi masyarakat terhadap layanan pembayaran nontunai melalui QRIS yang pada tahun sebelumnya telah diperluas dari sisi supply.
Dimana untuk Sumatera, jumlah pengguna QRIS sebanyak 1,111,690** dengan target tambahan 3. 678.310 pengguna di tahun 2022. Untuk Kalimantan sebanyak 336,676** dengan target tambahan 833.324 pengguna.
Sulampua sebanyak 279, 539** dengan target tambahan 830, 461 pengguna. Jawa sebanyak 9, 547,221** dengan target tambahan sebanyak 8.812.779 pengguna. Balinusra sebanyak 249,780** dengan target tamabahan 900.220 pengguna di tahun 2022.
BI Sumut juga merinci bahwa jumlah Pengguna (User) QRIS di Sumut tahun 2021 sebanyak 360 ribu, dengan target penambahan pengguna (User) QRIS di Sumut tahun 2022 sebanyak 980 ribu. Total Target Pengguna (User) QRIS Sumut tahun 2022 sebanyak 1.34 juta.
BI Sumut memaparkan, upaya pencapaian target 15 juta pengguna QRIS di Tahun 2022 yang ditujukan untuk peningkatan akseptasi QRIS dilakukan melalui 3 (tiga) pilar yaitu Ekspansi, Edukasi dan Apresiasi/Award dengan mengusung Tagline S.I.A.P QRIS (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS).
Bahkan, peningkatan akseptasi QRIS berbasis komunitas akan dilakukan bersinergi dengan Penyedia Jasa Pembayaran dan stakeholder lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Seperti Demand (User QRIS) melalui; Pimpinan Lembaga, Genbi, Pengurus Tempat Ibadah. Kemudian ajakan menggunakan QRIS sebagai cara bayar secara higienis dan kekinian. Melakukan instalasi dan pendaftaran apps pembayaran / mobile bangking serta cara pakai. Selanjutnya ajak influencer lokal, hingga pemasangan Banner Siap Qris dan cara pakai Qris.
BI menyebut, sasaran komunitas utama adalah Apgakum yaitu; TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan. Kemudian, Pemda dan BUMN Pegawai Pemda dan BUMN. Lalu masyarakat perbatasan yang tinggal di Attambua, Entikong, Natuna, dan lainnya.
Kemudian tempat ibadah seperti; Masjid, Gereja, Pura, Wihara, Klenteng, serta kerjasama dengan Kemenag dan asosiasi keagamaan. Untuk tempat Pendidikan mencakup; Universitas, sekolah tinggi, akademi, Lokasi, SMA, Pesantren, Seminari, dan lainnya. Selanjutnya tempat wisata dan hiburan. Lalu Pusat perbelanjaan dan Pasar Pantau Kemenag hingga Komunitas lain, lokasi lain dengan user tinggi.
“Ada lagi dari QRIS Family yakni 1 orang membawa 1 anggota keluarga. QRIS teman yaitu 1 orang membawa 1 teman. Dan melalui Agen Bank /LKD / TTS yaitu untuk kemudahan registrasi yaitu stor/top-up dan tarik ulang,” pungkas Kepala BI Sumut, Soekowardojo. (ASN)











