Medan, ArmadaBerita.Com
Dalam rangka mendukung program PEN, Bank Indonesia menetapkan perpanjangan kebijakan MDR 0% bagi usaha mikro sampai dengan 31 Desember 2021. Perpanjangan MDR QRIS juga dilakukan untuk mencapai target 12 juta merchant.
Hal itu disampaikan Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Soekowardojo dalam bincang-bincang bersama media (BBM) yang dilakukan sevara virtual, Selasa (23/2/2021) siang.
Perpanjangan kebijakan MDR tersebut dengan mempertimbangkan endukung program PEN pemerintah termasuk GBBI, GBWI yang menegaskan penggunaan QRIS dalam paket end to end yang terintegrasi.
Kemudian mempertimbangkan perluasan QRIS 12 Juta berbasis komunitas di seluruh Indonesia dengan sasaran, lingkungan Kementrian/Lembaga/Pemda, Khas Daerah (Kuliner,Griya, dll), Pasar Tradisional, Apgakum (TNI/Polri), Pendidikan umum, Pendidikan Keagamaan (Pesantren, Seminari, dll), Pariwisata, BUMD/Korporasi Daerah, hingga Warung. Pertimbangan selanjutnya yakni program TP2DD di daerah untuk penggunaan QRIS dalam elektronifikasi transaksi keuangan Pemda dan rencana Digitalisasi Bansos 4.0.
“Perpanjangan MDR 0% s.d 31 Desember 2021, akan dikompensasikan dengan diterapkannya QRIS CPM, QRIS Cross Border dan QRIS TTS (Transfer, Tarik, Setor) pada 2021,” papar Soekowardojo yang turut didampingi Deputi Kepala Perwakilan Andiwiana Septonarwanto, Deputi Kepala Perwakilan, Ibrahim.
Soekowardojo menyebut, implementasi QRIS merupakan salah satu inovasi Bank Indonesia dalam mendukung terciptanya ekosistem digital di daerah. Pada tahun 2021, perluasan implementasi QRIS akan terus dilakukan, termasuk di Sumatera Utara. Pendekatan dengan berbagai target perluasan potensial akan menjadi fokus utama yang dilakukan oleh KPwBI Provinsi Sumatera Utara untuk mendorong perluasan QRIS.
“Target penambahan Merchant QRIS di Sumatera Utara sebanyak 260 ribu merchant,” tambahnya.
Saat ini wilayah Medan Kota, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo telah mencapai 80% dari target yaitu ± 208 ribut merchant. Sedangkan wilayah Kota Pematangsiantar , Kota Sibolga, Kota Padangsidempuan, dan Kabupaten Simalungun mencapai 100% dari target yaitu ± 26 ribut merchant atau ± 6.500 merchant per kabupaten/kota. Sedangkan 25 kota lainnya yangbada di Sumatera Utara telah mencapai 10% dari target yaitu ±26 ribu merchant atau ±1.040 Merchant per Kab Kota.
Dukungan BI Sumut dalam mensukseskan acara launching Beli Kreatif Danau Toba Keterlibatan, partisipasi, dan dukungan KPw BI Wilayah Sumatera Utara dalam Gernas BBI, Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) 2021 merupakan salah satu upaya dalam mempersiapkan UMKM Go Digital serta perluasan implementasi QRIS.
Beberapa kegiatan KPw BI Wilayah Sumatera Utara diantaranya pada pre launching dengan Fasilitasi Kurasi Produk UMKM, Partisipasi pada BKDT Fair Sumarecon Mall, Mastering UMKM, Sinergi Intensif Bersama Pemerintah Daerah, Roadshow Edukasi QRIS Siap Digital, Showcasing Produk UMKM dan Ngopi Enak Satu Rupiah di Bandara KNO.
Untuk kegiatan Grand Launching, juga dilakukan di bulan Februari 2021 yakni, mendukung kelancaran pembayaran QRIS yang dipandu oleh Menparekraf. Kemudian Fashion show Kain Tenun khas Toba bersinergi dengan Pemkab Dairi.
Guna mendukung Gernas BBI lewat digitalisasi pada acara grand launching Beli Kreatif Danau toba, BI Sumut bersama Menko Marves, Menteri Keuangan dan Menteri Kominfo mencoba melakukan belanja online jarak jauh dengan menggunakan QRIS melalui dompet elektronik dari gawai masing-masing. Dua UMKM binaan Bank Indonesia IR & IR Songket Deli dan Dame Ulos berkesempatan untuk berdialog dan menawarkan produknya secara langsung kepada Gubernur Bank Indonesia dan Menko Marves.
“Data saat ini, sebanyak 23 milyar total transaksi menggunakan QRIS di Sumatera Utara. Dan Fokus kitaa QRIS 12 juta merchant. Kita harapkan penggunaan dompet digital QRIS sudah merata ke masyarakat,” timpal Andiwiana. (Red/ABC)











