Revolusi Pendidikan: Bagaimana YP Parulian Konsisten Sewindu Jadi Pusat Kecerdasan Literasi

Share

MEDAN, ARMADABERITA – Selama sewindu, Yayasan Pendidikan (YP) Parulian di Medan, Sumatera Utara, telah berhasil membangun minat baca dan kreativitas anak-anak melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dengan penerapan program ini selama beberapa tahun terakhir, siswa-siswi di setiap sekolah di bawah YP Parulian tidak hanya menjadi terampil dalam membaca, tetapi juga mampu mengintegrasikan literasi ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Menurut Sekretaris YP Parulian, Erita Siburian, kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran telah menjadi kebiasaan di sekolah-sekolah mereka sejak 2016. Anak-anak didorong untuk membaca buku non-pelajaran di pojok baca atau gerobak baca yang tersedia, yang memudahkan akses mereka terhadap berbagai jenis bahan bacaan. “Kami secara konsisten membangun budaya literasi di sekolah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, program literasi tidak hanya memperkenalkan kegiatan membaca, tetapi juga menggelar festival literasi tahunan yang menawarkan berbagai kontes seperti pembuatan puisi, pidato, dan penulisan resume buku. “Anak-anak yang sebelumnya tidak tertarik membaca, sekarang menjadi pencinta buku dan menulis setelah terlibat dalam program literasi ini,” tambahnya.

Selain kegiatan tersebut, YP Parulian juga mengadakan berbagai kegiatan pengembangan literasi seperti seminar, pelatihan menulis fiksi, dan penunjukan duta baca. Mereka juga meluncurkan program donasi buku dengan target seribu buku per tahun, untuk memperkaya koleksi buku di sekolah. Dengan demikian, sekolah-sekolah di bawah naungan YP Parulian berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan literasi dan kreativitas anak-anak.

Kepala SD Pelita Mutiara, salah satu sekolah di bawah YP Parulian, Lenta Br Karo-karo, menyatakan bahwa program literasi ini telah mengubah pandangan tentang membaca di sekolah. Anak-anak yang sebelumnya malas membaca, sekarang menjadi antusias dan rajin membaca. Mereka tidak hanya membaca untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga menikmati proses membaca itu sendiri.

Dengan dukungan penuh dari guru-guru, orangtua siswa, dan komitmen dari yayasan, YP Parulian terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan literasi dan kreativitas anak-anak. Melalui Gerakan Literasi Sekolah, mereka membuktikan bahwa membaca bukan hanya kegiatan wajib, tetapi juga merupakan jendela dunia yang membuka peluang dan potensi tak terbatas bagi anak-anak masa depan. (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *