Oleh Wahid Rizki
Penggunaan lensa kontak telah menjadi populer di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang mengalami masalah penglihatan seperti rabun jauh atau rabun dekat. Lensa kontak memberikan keuntungan penglihatan yang lebih jelas, lapang pandang yang bebas gangguan, serta manfaat fesyen bagi mereka yang ingin mengganti kacamata.
Namun, maraknya penjualan lensa kontak secara bebas di toko-toko online dan salon kecantikan telah memicu pembelian sembarangan, yang menimbulkan bahaya serius bagi kesehatan mata.
Terlepas dari popularitasnya, banyak remaja yang membeli lensa kontak secara online tanpa memeriksa mata mereka ke dokter mata atau optometris. Mereka cenderung memilih berdasarkan harga yang murah, tanpa memperhatikan kualitas dan risiko penggunaannya. Efek negatif yang sering terjadi akibat penggunaan lensa kontak secara sembarangan meliputi infeksi kornea, ulkus kornea, keratitis, konjungtivitis, dan mata kering.
Sebagai mahasiswa optometri di Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), kami menyadari pentingnya meningkatkan pemahaman remaja tentang perlunya melakukan pemeriksaan mata sebelum menggunakan lensa kontak.
Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui parameter ukuran lensa, pemilihan jenis bahan yang tepat, serta perawatan yang benar guna menjaga kesehatan mata. Untuk itu, kami memutuskan untuk melakukan kegiatan edukasi dan penyuluhan kepada siswa-siswi di SMA Negeri 1 Lubuk Alung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah pelayanan komunitas yang kami jalani. Kami mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Arizon selaku kepala sekolah, dewan guru, dan 22 mahasiswa yang antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi ini. Selama sosialisasi, kami melihat antusiasme siswa-siswi dalam mendengarkan materi yang kami sampaikan. Mereka juga aktif bertanya tentang hal-hal terkait dengan penggunaan lensa kontak.
Dari 22 siswa yang hadir, 2 di antaranya merupakan pengguna rutin lensa kontak dan telah memahami prosedur pemakaian dengan benar. Setelah mendengarkan materi tentang cara yang benar dalam menggunakan lensa kontak serta bahaya yang dapat timbul akibat pembelian sembarangan, sebanyak 5 siswa dan 6 siswi menunjukkan minat untuk membeli lensa kontak. Namun, sebagian siswa yang lain tidak tertarik karena menyadari risiko yang besar dan kedisiplinan yang tinggi yang diperlukan dalam penggunaan lensa kontak.
Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, kami berhasil meningkatkan pemahaman siswa-siswi tentang pentingnya pemeriksaan mata sebelum menggunakan lensa kontak. Mereka mulai menyadari pentingnya mengetahui parameter ukuran lensa, memilih bahan yang tepat, serta melakukan perawatan yang baik untuk menjaga kesehatan mata mereka. Mereka juga semakin mengerti dampak negatif yang dapat terjadi akibat pembelian lensa kontak secara sembarangan.
Kesuksesan kegiatan ini memacu semangat kami untuk melanjutkan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas tentang penggunaan lensa kontak kepada masyarakat, terutama kepada remaja yang cenderung melakukan pembelian secara bebas melalui toko online. Kami ingin menjadikan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan mata sebelum menggunakan lensa kontak serta risiko yang dapat terjadi akibat pembelian sembarangan.
Dengan pengetahuan yang tepat dan kesadaran yang tinggi, kita dapat menjaga kesehatan mata kita sendiri dan mencegah dampak buruk yang mungkin terjadi akibat penggunaan lensa kontak secara sembarangan. Mari kita semua menjadi lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih serta menggunakan lensa kontak, demi kesehatan mata yang optimal. (*)
Penulis adalah mahasiswa optometri Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Jakarta.











