Edukasi E-waste: SMK Negeri 1 Mandau Waspada Bahaya Sampah Elektronik

Kegiatan edukasi e-waste dan e-waste collection di SMK Negeri 1 Mandau.
Share

Riau, Armadaberita.com – Di era di mana konsumsi barang elektronik di Indonesia mencapai puncaknya, pendidikan tentang bahaya sampah elektronik (e-waste) menjadi semakin penting. SMK Negeri 1 Mandau bersama Bank Sampah Mengajar by Bank Sampah Balai Raja telah menyadari hal ini. Pada Sabtu, (23/9/2023), Bank Sampah Balai Raja mengedukasi hampir seribu murid tentang e-waste.

Kepala SMK Negeri 1 Mandau, Zulfikar, S.Pd, menjelaskan, program edukasi e-waste dan pengumpulan e-waste ini sejalan dengan upaya sekolah untuk mendukung pendidikan lingkungan hidup. SMK Negeri 1 Mandau telah meraih predikat Adiwiyata tingkat provinsi Riau, dan program ini adalah bagian dari kontribusi mereka dalam menjaga lingkungan.

“Program edukasi tentang sampah elektronik dan pengumpulan e-waste ini memberikan kesadaran kepada siswa dan staf sekolah tentang pentingnya melindungi lingkungan dari racun yang dapat ditimbulkan oleh sampah elektronik, seperti smartphone dan laptop,” ungkapnya.

Materi kegiatan edukasi e-waste dan pengumpulan e-waste yang disampaikan oleh pendiri Bank Sampah Mengajar, Berto Sitompul, mencakup bahaya sampah elektronik serta tips tentang bagaimana cara mengelolanya dengan benar. Selain itu, pentingnya membuang e-waste di tempat yang tepat, seperti bank sampah atau drop box yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup, juga ditekankan.

Salah satu murid kelas X, Habib Ahmada Al Kayyis, mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti kegiatan edukasi e-waste dan pengumpulan e-waste tersebut.

“Dalam kegiatan ini, saya baru menyadari bahwa perangkat elektronik yang sudah rusak atau tidak terpakai lagi dapat menjadi sampah elektronik. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan,” katanya dengan antusias.

Dengan semakin banyak institusi pendidikan yang peduli terhadap isu e-waste, diharapkan kesadaran akan bahaya sampah elektronik akan terus meningkat di kalangan masyarakat. (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *