Cugenang Bangkit Bersama Mahasiswa Prodi Teknik Sipil Ukrida

Mahasiswa membantu kegiatan di kebun warga Kampung Pasir Tunagan
Share

Cianjur, Armadaberita.com – Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) memimpin inisiatif luar biasa dalam Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, yang masih tahap pemulihan dari dampak gempa bumi tahun lalu. Dengan tema “Cugenang Bangkit,” mahasiswa berfokus pada penyediaan air bersih sebagai langkah awal pemulihan masyarakat.

Dampak gempa bumi yang melanda Cugenang menyisakan kerusakan parah di kawasan Kampung Pasir Tunagan. Rumah-rumah warga rusak, dan pasokan air bersih terganggu, menciptakan kondisi sulit bagi kehidupan sehari-hari. KKNT mahasiswa Ukrida menjadi terang harapan bagi masyarakat setempat.

Program dimulai pada 11 September 2023 dengan tujuan utama mengatasi permasalahan pasokan air bersih yang semakin memburuk. Mahasiswa merancang solusi konkret, termasuk desain sistem distribusi air dari sumber mata air ke rumah-rumah warga. Keselarasan antara keilmuan mahasiswa dan kebutuhan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan air bersih yang terbatas, terutama setelah kekeringan yang panjang. Mata air, sebagai sumber utama pasokan air bersih, mengalami penurunan debit. Mahasiswa mengidentifikasi mata air yang memiliki jarak sekitar 1,2 kilometer dari pemukiman warga sebagai sumber potensial.

Mahasiswa Teknik Sipil Ukrida Melakukan survei sumber mata air di kampung pasir Tunagan, Cugenang, Cianjur.

Dengan pendekatan teknik sipil, mahasiswa merancang sistem distribusi air yang memenuhi kebutuhan warga. Dalam prosesnya, mereka aktif berkoordinasi dengan perangkat Ketua RW setempat dan melibatkan warga dalam penentuan solusi yang efektif. Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan air bersih tetapi juga melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sehari-hari masyarakat, seperti berkebun, bertani, dan mencari pakan ternak.

Saat ini, konsep rancangan telah final dan menunggu realisasi anggaran. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proyek air bersih tetapi juga terlibat erat dengan kehidupan masyarakat, membangun ikatan yang kuat. KKNT menjadi jembatan antara ilmu akademis dan penerapannya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. (*)

 

Penulis: Jehuda Christofel Sriwijaya, Prodi Teknik Sipil, Ukrida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *